Pria di Pidie Jaya Cabuli 10 Teman Bermain Anaknya

Jamal Usis ยท Kamis, 02 Agustus 2018 - 16:44 WIB
Pria di Pidie Jaya Cabuli 10 Teman Bermain Anaknya

Penyidik memeriksa pelaku pencabulan anak di bawah umur di Mapolres Pidie, Aceh. (Foto: iNews/Jamal Usis)

PIDIE, iNews.id – Seorang pria di Desa Drien Bungoeng, Kecamatan Bandar Dua Ulee Gle, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mencabuli 10 anak yang menjadi teman bermain anaknya. Pelaku juga memerkosa salah satu anak di bawah umur itu. Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Pidie.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pidie AKP Mahliadi menyatakan, pelaku berinisial BH (44), yang bekerja sebagai buruh panjat kelapa, akhirnya ditangkap setelah korban melapor ke Polres Pidie pada 12 Juli 2018 lalu. Perbuatan bejat pelaku terhadap anak di bawah umur sudah berlangsung sejak tahun 2015 hingga tahun 2018.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan Polres Pidir, sudah ada 10 anak yang menjadi korban pencabulan pelaku BH. Seluruh korban juga telah melapor ke Polres Pidie. “Semua korban masih anak di bawah umur,” kata Mahliadi di Mapolres Pidie, Kamis (2/8/2018).

Pelaku menjalankan aksi kekerasan dan pencabulan terhadap anak dengan cara memanfaatkan teman-teman anaknya yang bermain ke rumahnya. Ketika anak-anak itu di rumah, pelaku merayu dan membujuk korban. Pelaku juga memberikan uang Rp2.000 kepada para korbannya.

“Salah satu anak yang menjadi korban persetubuhan dengan pelaku berusaha melawan, tapi tidak ada kuasa karena pelaku dewasa,” kata Mahliadi.

Di hadapan penyik, tersangka BH mengaku tega mencabuli anak-anak di bawah umur karena memiliki masalah dengan istri. Karena itu, dia memanfaatkan teman-teman anaknya yang bermain ke rumah untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

“Alasan pelaku, pelayanan istrinya terhadap kebutuhan biologisnya kurang. Tetapi kalau menurut kami dari penyidik, pelaku memang sengaja melakukan pencabulan itu karena pelaku brutal,” kata Mahliadi.

Saat ini, pelaku sudah mendekam di sel tahanan Malpolres Pidie untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia diancam dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 81 dan 82 dengan ancaman hukum penjara maksimal 15 tahun.


Editor : Maria Christina