22 Nelayan Aceh yang Sempat Ditahan di Myanmar Tiba di Tanah Air

Antara ยท Senin, 15 April 2019 - 14:00 WIB
22 Nelayan Aceh yang Sempat Ditahan di Myanmar Tiba di Tanah Air

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerahkan bantuan kepada nelayan Aceh yang dibebaskan Otoritas Myanmar di Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (15/4/2019) (Foto: IST)

BANDA ACEH, iNews.id – Sebanyak 22 nelayan Aceh yang sempat ditahan otoritas Myanmar sudah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Senin (15/4/2019). Mereka akan diantar langsung ke kampung halaman masing-masing dengan pengawalan dari Pemprov Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan unsur Forkompinda se-Aceh menyambut langsung 22 nelayan Aceh tersebut di Ruang VIP Bandara SIM Blang Bitang, Aceh Besar.

“Nelayan kita ini bisa dipulangkan karena hubungan diplomasi yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Myanmar,” kata Nova Iriansyah.

BACA JUGA:

18 Nelayan Indonesia Asal NTT Ditangkap di Timor Leste

16 Nelayan Aceh Ditangkap Aparat Keamanan di Perairan Thailand

Nova mengingatkan kepada masyarakat nelayan di Provinsi Aceh agar selalu memperhatikan alat navigasi di kapal guna menghindari masuk ke wilayah negara lain. Selain itu, pihaknya juga mengimbau nelayan untuk lebih berhati-hati ketika melaut.

“Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikananan (DKP) Aceh akan memberikan pelatihan-pelatihan untuk nelayan Aceh guna mencegah terjadinya pelanggaran saat berada di laut,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pemprov Aceh kan terus melakukan sosialisasi teritorial laut kepada nelayan Aceh serta memberikan pemahanan terkait hukum melaut.

Sementara Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah mengatakan, ke-22 nelayan Aceh itu dipulangkan melalui Bangkok, Thailand, tujuan Jakarta pada, Minggu (14/4/2019). Mereka tiba pada Senin dini hari di Bandara Soekarno Hatta dan melanjutkan penerbangan ke Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar.

“Hari ini, para nelayan akan diantar langsung ke kampungnya masing-masing. Kepada nelayan Aceh diharapkan selalu memperhatikan batas wilayah,” katanya.

Diketahui, Angkatan Laut Myanmar menangkap 23 nelayan Aceh bersama Kapal Motor (KM) Troya di perairan Kawthaung, Thanintharyi Region, Myanmar, pada 6 Februari 2019. Penangkapan itu terkait dugaan pelanggaran perikanan.

“Dari 23 orang nelayan Aceh yang ditahan, 22 di antaranya dibebaskan dari tuntutan hukum dan satu lagi nakhoda Zulfadli masih menjalani proses hukum terkait dugaan pelanggaran perikanan,” katanya.


Editor : Maria Christina