Polisi Tangkap Bajak Laut dan Gembong Narkoba Pembunuh Bripka Faisal

Muhammad Jafar Yusuf, Okezone ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 11:39 WIB
Polisi Tangkap Bajak Laut dan Gembong Narkoba Pembunuh Bripka Faisal

Salah satu pelaku pembunuh Bripka Anumerta Faisal. (Foto: iNews.M Jafar)

ACEH, iNews.id – Petugas gabungan Polda Aceh menangkap enam pembunuh Bripka Anumerta Faisal, personel Polres Aceh Utara, Minggu (26/8/2018). Mereka merupakan bagian dari kelompok bajak laut dan gembong narkoba yang biasa beroperasi di wilayah Aceh.

Informasi yang dirangkum iNews, personel Polda Aceh dan Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan kasus pembunuhan anggota Polri dan mengepung desa di pesisir pantai wilayah Kecamatan Madat, yang ditengarai lokasi para pelaku. Dalam penyergapan itu, enam tersangka ditangkap dan seorang tewas ditembak karena melakukan perlawanan.

Tersangka tewas yakni Zulkifli bin Usman (33) warga Rantau Panjang, Perlak, Aceh Timur. Dia coba melawan dengan melempar granat ke arah petugas hingga akhinya ditembak mati. Dia diduga pelaku penusukan Bripka Anumerta Faisal. Korban dibunuh saat sedang berupaya mengungkap kasus narkoba dan kriminal bersenjata di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunudon, Kabupaten Aceh Utara.


Sementara kelima tersangka lainnya diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum. Mereka yakni  Muhammad Arief munandar, (18) warga Dusun Nelayan Sungai Paoh, Kota Langsa, Faisal (42) Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Samsul (28) Kecamatan Sungai Raya, Bahagia (36) dan Syahrul (43), Kecamatan Madat, Aceh Timur. Sementara dua pelaku lain yang sudah dikantongi identitas melarikan diri, yakni Adi, warga Birem Bayeun, dan Dek Gam, warga Kuala Bugak.

Diketahui, Brigadir Faisal meninggal dunia dibacok saat menyelidiki dugaan penyelundupan narkoba di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara. Para pelaku diduga bagian dari jaringan kelompok narkoba.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar mengatakan, peristiwa terjadi pada dini hari. Mulanya polisi mendapatkan informasi ada kapal nelayan bermuatan narkoba di Pantai Bantayan. Brigadir Faisal yang mengenakan pakaian bebas lalu datang ke lokasi untuk memastikan. Kedatangannya diduga sudah diketahui oleh kelompok tersebut.

“Di jalan dia dihadang, terjadi perkelahian dengan mereka dan anggota ditusuk senjata tajam,” kata Misbahul, Minggu (26/8/2018).

Dia menduga perkelahian tersebut berlangsung tak seimbang sehingga korban meninggal dunia dengan luka bacok di bagian mata, perut dan bahu. “Kalau satu lawan satu mungkin bisa imbang,” ucapnya.

Brigadir Faisal kemudian dibawa ke rumah sakit dan kini jenazahnya sudah dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Rambong, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meuredu, Pidie Jaya, untuk dimakamkan.

Dia mengatakan, Kapolda Aceh Irjen Rio Septianda Djambak turut berduka atas meninggalnya Brigadir Faisal. “Polda Aceh, kita semua berduka atas gugurnya anggota Polri ini, dia gugur dalam dinas,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw