Anggota Kriminal Bersenjata yang Ditembak Mati Lempar Granat ke Polisi

Antara, Muhammad Jafar Yusuf ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 15:37 WIB
Anggota Kriminal Bersenjata yang Ditembak Mati Lempar Granat ke Polisi

Polisi menggiring salah satu dari kelompok bersenjata yang diduga menyerang dan mengakibatkan tewasnya Bripka Anumerta Faisal. (Foto: iNews/M Jafar)

BANDA ACEH, iNews.id – Satu dari lima anggota kelompok bersenjata yang diduga menyerang dan mengakibatkan tewasnya anggota polisi Bripka Anumerta Faisal, ditembak mati Tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Aceh Timur. Pelaku Zulkifli bin Usman (ZK), warga Aceh Timur itu ditembak karena melawan dan berusaha melempar granat ke arah petugas saat penangkapan.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, pelaku bersama lima anggota kelompok kriminal bersenjata lain, diduga terlibat menyerang Bripka Anumerta Faisal, anggota Polres Aceh Utara itu. Penangkapan kelompok kriminal bersenjata ini dilakukan 18 jam setelah penyerangan terhadap Bripka Anumerta Faisal.

“Dia (Zulkifli) mencoba melawan dengan melempar granat ke arah petugas hingga akhinya ditembak mati,” kata Misbahul di Banda Aceh, Senin (27/8/2018).

BACA JUGA: Polisi Tangkap Bajak Laut dan Gembong Narkoba Pembunuh Bripka Faisal

Adapun kelima terduga pelaku penyerangan anggota Polri lainnya yang sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara yakni, Muhammad Arief munandar (18), warga Dusun Nelayan Sungai Paoh, Kota Langsa; Faisal (42), Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Samsul (28), warga Kecamatan Sungai Raya; Bahagia (36), dan Syahrul (43), warga Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Sementara dua pelaku lain yang sudah dikantongi identitasnya melarikan diri, yakni Adi, warga Birem Bayeun, dan Dek Gam, warga Kuala Bugak.

Brigadir Faisal dibacok hingga tewas saat menyelidiki dugaan penyelundupan narkoba di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar mengatakan, peristiwa terjadi pada Minggu (26/8/2018) dini hari. Mulanya polisi mendapatkan informasi ada kapal nelayan bermuatan narkoba di Pantai Bantayan. Brigadir Faisal yang mengenakan pakaian bebas lalu datang ke lokasi untuk memastikan.

Namun, kedatangannya diduga sudah diketahui oleh kelompok tersebut. Brigadir Faisal lalu dihadang di jalan sehingga terjadi perkelahian. Para pelaku lalu menusuk Brigadir Faisak dengan senjata tajam. Korban akhirnya meninggal dunia dengan luka bacok di bagian mata, perut dan bahu.

Kelompok bersenjata yang diduga kawanan perompak laut di perairan Aceh itu akhirnya ditangkap di kawasan pertambakan masyarakat di Kecamatan Madat, Aceh Timur, pada Minggu (26/8/2018). ”Dari kelompok ini, petugas mengamankan senjata api revolver milik Bripka Anumerta Faisal yang dirampas kawanan tersebut saat penyerangan terjadi. Kini, para pelaku diamankan di Mapolres Aceh Utara guna penyidikan lebih lanjut,” kata Misbahul Munauwar.


Editor : Maria Christina