Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Lamie Aceh

Antara ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 18:32 WIB
Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Lamie Aceh

Ilustrasi tenggelam. (Foto: Okezone)

MEULABOH, iNews.id – Seorang bocah berusia 10 tahun dilaporkan hilang di Sungai Lamie, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Sabtu (25/8/2018). Hingga Senin (27/8/2018) sore, Tim SAR masih mencari korban dengan menyusuri sepanjang pinggir sungai.

Koordinator Pos SAR Meulaboh, Dwi Hetno mengatakan, sejak menerima laporan warga hilang di sungai itu pada Minggu (26/8/2018) kemarin, tim terus mencari korban dengan mengerahkan sejumlah personel dari Pos SAR Meulaboh. "Hasil hari ini (Senin) masih nihil. Tim SAR dibantu masyarakat dan pihak terkait masih berupaya melakukan pencarian korban," katanya di Meulaboh, Senin (27/8/2018).

Korban atas nama Mawardi (10) yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu hilang tidak kembali ke rumahnya di Desa Lueng Keubeu Jagat, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya pada Sabtu, (25/8/2018) petang.

Korban pergi mandi di sungai bersama sejumlah rekan-rekannya. Berita hilangnya korban baru diketahui pihak desa pada Minggu, (26/8/2018) siang setelah keluarga korban panik dan mencari korban. Pihak keluarga sempat menanyakan kepada rekan-rekan korban yang sore itu sempat bermain dengannya.

Setelah dinyatakan hilang, keluarga dibantu warga mulai melakukan pencarian dengan titik fokus di Daerah Aliran Sungai (DAS). Korban diduga tengelam di Sungai Lamie yang berada tidak jauh dari permukiman penduduk. Pasalnya, pakaian korban ditemukan di lokasi pencarian.

"Keluarga korban baru menyadari dia hanyut setelah ditemukan bajunya di pingir sungai. Kita pada Minggu (26/8) menerima laporan, setelah melakukan koordinasi, Tim bergerak menuju lokasi pukul 15.45 WIB. Jarak tempuh sekitar satu jam dari Meulaboh," ujarnya.

Tim SAR berjumlah empat orang langsung turun menggunakan perahu karet. Tim menyisir sekitar pingir sungai sampai ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP), namun korban tidak juga ditemukan.

Operasi pencarian menyisir sungai dilanjutkan kembali pada Senin, (27/8/2018) pagi hingga siang, namun hasilnya masih nihil. Belum ada tanda-tanda petunjuk lain mengenai keberadaan korban yang hilang di sungai itu.


Editor : Himas Puspito Putra