3 Warga Lhokseumawe Pelaku Zina Dihukum Cambuk 100 Kali, Salah Satunya Perempuan

Armia Jamil ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 16:59 WIB
3 Warga Lhokseumawe Pelaku Zina Dihukum Cambuk 100 Kali, Salah Satunya Perempuan

Suasana saat eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar Peraturan Qanun Syariat Islam di Aceh. (Foto: iNews/Armia Jamil)

LHOKSEUMAWE, iNews.id – Eksekusi hukuman cambuk di depan umum berlangsung di Lapangan Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (1/8/2019). Tiga warga yang melanggar hukum syariat Islam di Aceh dihukum cambuk 100 kali, salah satunya perempuan.

Pantauan iNews, kendati hukuman di tempat umum, namun eksekusinya dilakukan secara tertutup agar tidak menjadi tontonan anak di bawah umur. Ketiga pelaku mendapat hukuman setelah mendapat putusan hukum tetap telah melanggar Peraturan Qanun Syariat Islam.

Identitas para terpidana kasus zina ini yakni SK (pria) dan MU (perempuan). Keduanya melakukan jarimah zina dan divonis melanggar Pasal 33 Ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan hukuman cambuk masing-masing 100 kali.


Sementara satu pelaku berinisial AM (pria), melakukan jarimah zina dengan anak di bawah umur dan dijerat Pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan hukuman cambuk 100 kali ditambah 60 bulan penjara.

BACA JUGA: Pemkot Medan Kerahkan Ratusan Personel PP Gusur Lapak PKL di Depan RS Elisabeth

Baik pelaku pria maupun perempuan beberapa kali meminta penghentian sementara dari eksekutor lantaran tak kuasa menahan sakit. Setelah istirahat beberapa saat, hukuman cambuk dilakukan hingga genap 100 kali. Bahkan, terpidana perempuan sempat terduduk dan harus diperiksa kesehatan ketika menjalani hukuman cambuk tersebut.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Lhokseumawe Fakhrillah mengatakan, kasus yang dialami terpidana AM sudah diputus Mahkamah Syariat Lhokseumawe pada 29 Januari 2019. AM sudah menjalani hukuman penjara dipotong masa tahanan selama proses persidangan.

Untuk terpidana SK dan MU, dihukum berdasarkan Putusan Mahkamah Syariah tanggal 17 Juli 2019. Kedua sudah selesai menjalani hukuman setelah dieksekusi cambuk dan langsung dinyatakan bebas.

“Ketiga terpidana ini, salah satunya perempuan telah melanggar hukum Syariat Islam di Aceh. Mereka masing-masing dicambuk 100 kali setelah ada keputusan hukum tetap dari Mahkamah Syariyah Lhokseumawe,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw