4 Hektare Hutan dan Lahan Penghasil Kopi di Aceh Terbakar

Antara ยท Jumat, 31 Agustus 2018 - 17:11 WIB
4 Hektare Hutan dan Lahan Penghasil Kopi di Aceh Terbakar

Ilustrasi warga memadamkan kobaran api. (Foto: Antara/Rony Muharrman).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDA ACEH, iNews.id - Sekitar empat hektare hutan dan lahan di kawasan lereng pegunungan hangus terbakar di daerah dataran tinggi, tepatnya di Gampong Gunung Gajah, Kecamatan Bebesae, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Wilayah tersebut diketahui sebagai salah satu daerah penghasil kopi dengan kualitas ekspor.

"Luas lahan yang terbakar sekitar empat hektare di Aceh Tengah. Kebakaran baru diketahui warga setempat pada Kamis, (30/8) sekitar pukul 17.30 WIB," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Jumat (31/8/2018).

Dia menjelaskan titik api terlihat telah menghanguskan berbagai tanaman, terutama rumput ilalang tumbuh secara liar di lereng pegunungan. Kondisi lahan yang kering karena musim kemarau mengakibatkan api cepat merambat ke bagian lain.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian, dan dibantu unsur terkait termasuk TNI/Polri. "Tim pemadam, mengalami sedikit kesulitan menuju ke titik api. Akibatnya, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 20.15 WIB," ujar Dadek.

"Alhamdulillah, tak ada korban jiwa dan korban terdampak. Tetapi penyebab kebakaran ini, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat," imbuhnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyebut, 57 titik panas terdeteksi oleh satelit yang bertahan dalam dua hari terakhir di wilayah Aceh.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad mengatakan, dari jumlah total titik panas ini, 46 titik di antaranya di daerah dataran tinggi meliputi empat kabupaten di Aceh.

Dia menerangkan, ke-23 titik panas diantaranya terdapat di Aceh Tengah di enam kecamatan. "Dari jumlah ini, tujuh titik dinyatakan sebagai titik api, dan dua titik diduga sebagai titik api," kata Zakaria.


Editor : Muhammad Saiful Hadi