8 Kecamatan di Aceh Singkil Direndam Banjir, 3.442 Jiwa Terdampak

Antara, M Ropi Rahendra ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 22:01 WIB
8 Kecamatan di Aceh Singkil Direndam Banjir, 3.442 Jiwa Terdampak

Sejumlah rumah terendam banjir di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Sabtu (13/10/2018). Banjir meluas hingga ke delapan kecamatan akibat hujan deras beberapa hari terakhir. (Foto: iNews/Ropi Rahendra)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

ACEH SINGKIL, iNews.id – Delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, dilanda banjir dan longsor akibat diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Hingga Sabtu (13/10/2018), korban tercatat sebanyak 3.442 jiwa atau 772 kepala keluarga (KK).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Banda Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek memaparkan, korban terdampak banjir dan longsor tersebut tersebar di 17 gampong atau desa di delapan kecamatan. Dari hasil pendataan, jumlah korban bertambah dari Jumat (12/10/2018) sebanyak 354 KK.

“Jumlah korban diperoleh setelah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan pendataan para korban terdampak di beberapa wilayah terparah mengalami genangan air,” kata Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh.

BACA JUGA:

22 Tewas dan 15 Hilang akibat Banjir serta Longsor di Sumut-Sumbar

BPBD Sumut: Banjir dan Longsor Terjang 11 Kecamatan Madina, 10 Hilang

Dari ke-17 gampong di delapan kecamatan, lima gampong di antaranya berada di Gunung Meriah, yakni Rimo, Penjahitan, Cingkam, Sianjo-Anjo Meriah, dan Tanah Merah dengan total 1.483 jiwa atau 354 KK terdampak. Sementara enam gampong di Simpang Kanan, terdiri atas Ujung Limus, Lae Riman, Tanjung Mas, Cibubukun, Silatong, dan Serasah, dengan total korban terdampak 1.716 jiwa atau 363 KK.

Banjir juga melanda Kecamatan Singkil Utara di Gampong Ketapang Indah, dengan jumlah korban 11 KK. Selain itu di di Gampong Bulusema, Kecamatan Suro, Kecamatan Singkohor, dan Kecamatan Kota Baharu. “Ada empat gampong lagi, yakni Pea Bumbung, Ujung Bawang, dan Teluk Rumbia di Singkil. Gampong Situbuh-tubuh di Danau Paris dan semuanya masih dalam pendataan. Umumnya banjir merendam ratusan rumah penduduk,” paparnya.

Dia mengatakan, berbagai pihak terkait di Aceh Singkil terus memantau, berkoordinasi, dan menurunkan beberapa perahu karet guna membantu masyarakat yang membutuhkan. “Laporan terakhir yang kami terima, terjadi longsor dan menimpa satu rumah yang dihuni oleh satu keluarga dengan delapan jiwa di Gampong Situbuh-tubuh,” kata Dadek.

Kepala BPBD Aceh Singkil, Sulaiman mengatakan, BPBD saat ini masih melakukan survei ke lokasi-lokasi yang terdampak banjir. Mereka menunggu laporan dari desa di enam kecamatan tersebut agar mengetahui jumlah warga yang terdampak banjir.

“Kami sudah meminta para kepala desa melaporkan kondisi di desa masing-masing kepada camat dan selanjutnya disampaikan kepada bupati,” kata Sulaiman.

Banjir membuat warga terpaksa menyelamatkan barang-barang mereka seperti pakaian, peralatan elektronik, dan peralatan lain yang mudah rusak terkena air ke tempat yang lebih tinggi. Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan antarkecamatan dan jalan antarkabupaten.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, cuaca buruk melanda sebagian wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir akibat terkena imbas dari siklon tropis atau badai situ. Wilayah yang cukup rentan, seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Nagan Raya. dampaknya bisa meluas ke Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

“Siklon tropis situ terjadi di Teluk Benggala, sehingga Aceh terkena dampaknya tiga atau empat hari ke depan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad.


Editor : Maria Christina