Aceh Singkil dan Nias Diguncang Gempa 5,5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

Kastolani ยท Senin, 11 Maret 2019 - 22:16 WIB
Aceh Singkil dan Nias Diguncang Gempa 5,5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan 5,5 SR mengguncang Aceh Singkil dan Nias, Sumatera Utara. (Foto: ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Senin (11/3/2019) pukul 20.26 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan 5,5 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,3 SR. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,96 Lintang Utara (LU) dan 97,82 Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 34 km arah selatan Kota Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Propinsi Aceh pada kedalaman 52 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal.

Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

“Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault),” papar Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: Malang Diguncang Gempa 5,2 Skala Richter, Dirasakan Hingga Lumajang

Dia menjelaskan, guncangan gempa bumi ini dirasakan masyarakat di daerah Gunung Sitoli III-IV MMI, Barus Tapanuli Tengah dan Sibolga II-III MMI, Aceh Singkil II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” ucapnya.

Hingga pukul 20.43 WIB, kata dia, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). "Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki