Ayah Racuni Anak Angkat hingga Tewas karena Takut Istrinya Diperkosa

Armia Jamil ยท Rabu, 13 Maret 2019 - 17:48 WIB
Ayah Racuni Anak Angkat hingga Tewas karena Takut Istrinya Diperkosa

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra Trinugraha Herlambang memaparkan kasus pembunuhan yang dilakukan ayah terhadap putra angkatnya di Mapolres Lhokseumawe, Aceh, Rabu (13/3/2019). (Foto: iNews/Armia Jamil)

LHOKSEUMAWE, iNews.id – Pelaku pembunuhan anak angkat di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, ZL (54), mengungkapkan alasannya membunuh Muhammad Amin (27), dengan menggunakan racun tikus. Aksi keji itu dilakukan karena khawatir sang anak angkat yang berkebutuhan khusus akan membunuh dan memperkosa istrinya.

Menurut ZL, perilaku Muhammad Amin yang diangkatnya sebagai anak sejak berusia tiga tahun, belakangan berubah. Apalagi dalam sebulan terakhir, korban kerap memberontak. Dia pun khawatir tindakan Muhammad Amin semakin parah dan mengganggu keluarganya, terutama sang istri.

“Yang membuat saya tega hingga berbuat seperti ini, saya takut dia pukul istri saya dari belakang, atau dia perkosa karena perilakunya seperti itu. Saya bisa memperhatikan perilakunya, dia bakal bagaimana nantinya,” kata ZL saat memberikan keterangan di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (13/3/2019).


BACA JUGA: Ayah Racuni Anak Angkat Hingga Tewas, Korban Dibuang di Tempat Sampah


Karena tingkahnya yang mengkhawatirkan, ZL dan istrinya memutuskan untuk mengirimkan korban ke panti asuhan anak berkebutuhan khusus. ZL pun meminta temannya SR, warga Medan, untuk mengantarkan Mohammad Amin ke panti asuhan. Namun belakangan, ZL meminta SR membunuh korban dengan menjanjikan upah sebesar Rp1 juta.

Sesuai perencanaan, SR awalnya membawa korban jalan-jalan. Dia kemudian memberikan minuman teh yang sebelumnya telah dicampur dengan racun tikus. “Karena kehausan, si korban minum teh yang telah dicampur racun dan akhirnya jatuh. Kemudian, pelaku meninggalkan korban,” ujarnya.

Mayat korban kemudian ditemukan di tempat pembuangan sampah di Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (9/3/2019). Dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui jenazah tersebut korban pembunuhan dan mengungkap kedua pelakukanya.

“Pelaku khawatir karena satu bulan yang lalu, anak berkebutuhan khusus ini mulai berontak, sering menyinggung kedua orang tuanya dan melakukan hal-hal yang tidak disukai kedua orang tuanya,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra Trinugraha Herlambang.

Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe dan Polda Aceh kemudian menangkap SR dan ZL. Kedua tersangka kini diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk penyelidikan lebih lanjut. “Keduanya diancam dengan pasal pembunuhan berencana dengan hukuman seumur hidup,” ujar Indra Trinugraha Herlambang.


Editor : Maria Christina