Ayah Racuni Anak Angkat Hingga Tewas, Korban Dibuang di Tempat Sampah

Armia Jamil ยท Rabu, 13 Maret 2019 - 17:22 WIB
Ayah Racuni Anak Angkat Hingga Tewas, Korban Dibuang di Tempat Sampah

ZR (47) pelaku sekaligus ayah angkat korban bersama SR, eksekutor pembunuhan ditangkap Polres Lhokseumawe, Aceh. (Foto: iNews.id/Armia Jamil)

LHOKSEUMAWE, iNews.id – Sosok ayah yang semestinya melindungi dan merawat anaknya justru tega membunuhnya. Aksi biadab itu dilakukan ZL (45), warga Bireun, Aceh.

Sy tega membunuh anak angkatnya, Muhammad Amin (27) dengan cara memberikan minuman yang telah dicampur racun tikus. Tragisnya, setelah korban yang memiliki riwayat berkebutuhan khusus sejak bayi ini tewas, mayatnya lalu dibuang di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (13/3/2019).

Kasatreskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berawal dari penemuan mayat di TPS Desa Lagang yang mengeggerkan warga sekitar. Mereka lalu melaporkan kasus itu ke polisi.

“Petugas yang mendapat laporan tersebut langsung ke lokasi dan mengevakuasi jasad korban. Dari alat medis yang dimiliki kepolisian. Diketahui identitas mayat yakni, Muhamad Amin. Kami kemudian menemukan alamat korban di Bireun,” kata Indra dalam gelar perkara kasus pembunuhan di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (13/3/2019).

BACA JUGA: Motif Dendam, Remaja di Tebingtinggi Tewas Dibakar Hidup-Hidup

Menurut Indra, dari hasil pemeriksaan terhadap kedua orang tua korban akhirnya terkuak bahwa Yamin alias Bambang ini sengaja dibunuh dengan cara diberi racun tikus. Aktor intelektual utama pembunuhan tersebut, kata dia, ternyata ZL, ayah angkatnya.

“Bapak angkat ini jadi aktor intelektual pembunuhan tersebut. Sedangkan eksekutornya ternyata SR (42) warga Medan. Kami kerja sama dengan Polda Aceh untuk menangkap SR,” ujarnya.

Indra mengungkapkan, motif pembunuhan tersebut bermula ketika Amin alias Bambang yang merupakan anak angkat pelaku dalam sebulan terakhir sering membuat ulah dan menyinggung perasaan ayah dan ibu angkatnya.

“Jadi, si korban ini diasuh pelaku sejak usia tiga tahun. Korban ini memang anak berkebutuhan khusus dan sejak SD hingga SMA di sekolah luar biasa terus. Dia sering melakukan hal-hal yang membuat ayah dan ibu angkatnya tersinggung,” beber Indra.

Dari kejadian itu, kata dia, ayah angkat korban akhirnya merencanakan untuk membunuh Amin dengan cara memberikan minuman yang sudah dicampur racun tikus. “Racun itu dilarutkan dalam minuman. Tersangka ZL dan SR sudah kita tahan dan kita periksa lebih lanjut,” katanya.

Kepada penyidik, ZR mengaku tega menghasisi nyawa anak angkatnya karena takut mengganggu keluarganya. “Yang buat saya berbuat seperti ini, saya takut dia pukul istri saya,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki