BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Sumatera

Antara ยท Senin, 17 September 2018 - 12:53 WIB
BMKG Deteksi 87 Titik Panas di Sumatera

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDA ACEH, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan 87 titik panas terdeteksi oleh satelit yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daratan Pulau Sumatera awal pekan ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang Zakaria Ahmad mengatakan, ke-87 titik panas itu tersebar di empat provinsi, yakni Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), Bangka Belitung, dan Lampung.

"Pagi ini di Aceh, nihil titik panas. Tetapi di empat provinsi ada 87 titik, dan terbanyak masih disumbang Sumsel dan Bangka Belitung," kata Zakaria, Senin (17/9/2018).


BACA JUGA:

2 Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing di Gunung Sumbing

Hendak Padamkan Api, Petugas Dihalang-halangi Pelaku Pembakaran Lahan


Dari laporan pihaknya yang terus melakukan pembaharuan data titik panas menyebut, ada 24 titik di antaranya telah menjadi titik api akibat karhutla karena memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 81 persen. Selanjutnya 26 titik di antaranya diduga sebagai titik api dengan tingkat kepercayaan di atas 71 persen. Kemudian 19 titik mengkhawatirkan dengan tingkat kepercayaan lebih 61 persen, dan terakhir 18 titik dalam kategori aman 51 persen.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mengklaim, titik panas dan kebakaran di Kalimantan dan Sumatera jauh berkurang akibat sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengurangi titik panas yang mengindikasikan karhutla.

Kasubdit Tanggap Darurat BNPB Budhi Erwanto mengatakan, dari perkembangan yang diterima pihaknya, jumlah titik panas di Sumatera dan Kalimantan cenderung menurun.

"Saya tidak hapal angka (penurunan hotspotnya), yang jelas jumlahnya menurun dibandingkan kemarin karena kami menurunkan helikopter 'water bombing', hingga melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC)," ujarnya.


Editor : Donald Karouw