Ibu Seret Anak Belasan Meter di Aceh Ditahan dan Terancam 5 Tahun Penjara

Jamal Usis, Antara ยท Senin, 02 Desember 2019 - 21:00 WIB
Ibu Seret Anak Belasan Meter di Aceh Ditahan dan Terancam 5 Tahun Penjara

Kapolsek Ulee Lheue AKP Ismail menanyakan alasan NU tega menyeret anaknya yang berusia tiga tahun saat pemaparan kasus di Mapolsek Ulee Lheue Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (12/2/2019). (Foto: iNews/Jamal Usis)

BANDA ACEH, iNews.id – NU (32) ibu muda yang tega menyeret anaknya berusia lima tahun hingga belasan meter ditahan di Mapolsek Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh.

Kapolsek Ulee Lheue AKP Ismail mengatakan, saat ini, NU mendekam di Mapolsek Ulee Lheue untuk proses hukum lebih lanjut. “NU diamankan karena diduga menganiaya dan menyeret anaknya. Perbuatan tersebut sempat direkam seseorang dan menyebar di media sosial. Sebelum ditahan, NU dijemput personel di rumahnya," kata AKP Ismail, Senin (2/12/2019).

Kapolsek menyebutkan NU, warga Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Wanita tersebut mengaku menyeret anaknya dengan memegang kaki dan kepala menyentuh tanah.

Perbuatan tersebut dilakukannya pada Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 08.00 WIB. NI mengaku kesal kepada anaknya merusak tanaman cabai milik tetangganya.

BACA JUGA: Viral Ibu Kandung Seret Bocah 3 Tahun Sejauh 15 Meter di Aceh, Pelaku Diamankan Polisi

Akibat perbuatan tersebut, anak NU menderita luka memar di lengan kiri serta luka di paha kiri.Pelaku dijerat Pasal 80 Ayat (1) dan Pasal 44 PKDRT juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang tentang perlindungan anak.

"Pelaku terancam lima tahun penjara dan denda Rp15 juta. Pelaku menyesali perbuatannya dan siap menerima sanksi. Selain anak yang diseret, pelaku juga memiliki anak berusia beberapa bulan," kata AKP Ismail.

Sementara pelaku NU mengaku sebenarnya tidak ingin menyisak anaknya. Dia spontan menyeret anaknya karena kesal dengan perbuatannya yang mencabut tanaman tetangga. “Iya, saya sayang sama anak saya. Saya minta maaf,” ujar NU.

Qodrat, pekerja sosial Program Kesejahteraan Sosial Anak Dinas Sosial Aceh, mengatakan pihaknya mendampingi anak pelaku selama proses hukum berlangsung."Kami juga akan mendampingi korban selama proses pemulihan trauma dan rehabilitasi sosial anak. Termasuk pemenuhan nutrisi serta pengasuhan terbaik anak tetap dalam keluarga," kata Qodrat.


Editor : Kastolani Marzuki