Jalan Meulaboh-Gempang Longsor 5 Meter, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Antara ยท Rabu, 06 Februari 2019 - 19:28 WIB
Jalan Meulaboh-Gempang Longsor 5 Meter, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Ilustrasi jalan longsor. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

MEULABOH, iNews.id – Jalan lintas Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, tujuan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh, dilanda longsor, Rabu (6/2/2019). Bagian badan jalan yang longsor mencapai 5 meter sehingga para pengguna jalan diminta waspada dan ekstra hati-hati.

“Kondisi tersebut sangat berisiko bagi pengguna jalan apabila tidak berhati-hati, terutama saat malam hari,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Darmawan.

Darmawan mengatakan, longsor terjadi Selasa (5/2/2019). Panjang longsor kurang lebih 5 meter, lebar 2,5 meter, dan kedalaman 4 meter. Titik longsor tepatnya berada di wilayah administrasi Desa Gampong Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat. Saat ini, garis polisi sudah dipasang di lokasi.

“Kondisi akses jalan Meulaboh-Geumpang itu sangat rawan terjadi kecelakaan. Pengendara bisa terjatuh ke dalam lobang badan jalan yang amblas. Karena itu pengguna roda dua mau pun roda empat agar berhati-hati,” katanya.

BACA JUGA:

3 Orang Tewas akibat Banjir dan Longsor di Manado

Longsor di Bengkayang, 3 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

Selain di lokasi tersebut, BPBD Aceh Barat juga menemukan dua titik lokasi longsor yakni di Kecamatan Woyla Timur dan Sungai Mas. Longsor di kawasan itu diakibatkan oleh curah hujan tinggi, terutama saat malam hari.

Kondisi struktur tanah yang labil tidak mampu menahan beban. Selain itu, tidak ada penahan sisi kiri kanan badan jalan. Lokasi pembangunan jalan ini sangat riskan mengalami longsor dan amblas.

“Saat ini kondisi akses Jalan Meulaboh-Gempang sangat rawan kecelakaan. Masyarakat pengguna jalan yang melintas diharapkan ekstra hati-hati melewati jalur tersebut,” paparnya.

Sementara itu, banjir yang sempat melanda kawasan Kecamatan Woyla Timur hingga merendam rumah dan fasilitas sekolah di daerah itu sudah berangsur surut. Warga juga tidak ada yang mengungsi.

Aktivitas masyarakat kawasan pedalaman itu sudah kembali normal. Namun, BPBD Aceh Barat tetap siaga menghadapi potensi curah hujan sedang hingga lebat, sebagaimana diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi beberapa hari terakhir.

”Kami tetap siaga, apalagi hujan mengguyur saat ini sering terjadi saat malam hari. Kemudian banjir yang terjadi di Aceh Barat disebabkan oleh faktor luapan sungai. Ketika hujan di wilayah hulu, bisa terjadi banjir,” kata Darmawan.


Editor : Maria Christina