Kapal Berpenumpang 6 Nelayan Kandas di Perairan Pulau Bunta Aceh Besar

Antara ยท Sabtu, 27 April 2019 - 23:01 WIB
Kapal Berpenumpang 6 Nelayan Kandas di Perairan Pulau Bunta Aceh Besar

Ilustrasi kapal kandas. (Foto: Okezone)

BANDA ACEH, iNews.id – Kapal nelayan dengan awak sekitar enam orang dilaporkan kandas di perairan Pulau Bunta, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (27/4/2019). Musibah itu terjadi menyusul angin kencang dan berombak di kawasan tersebut.

Informasi yang dihimpun di Banda Aceh, kapal kayu tersebut terdampar sekitar pukul 17.30 WIB. Awak kapal nelayan tersebut meminta pertolongan kepada tim SAR.

“Tim SAR langsung mengirim kapal sea rider mengevakuasi nelayan di kapal yang kandas tersebut. Jumlah nelayan belum dipastikan. Perkiraan sementara enam orang,” kata Kapten Kapal SAR KN Kresna 232, Supriadi.

BACA JUGA:

Kapal Ferry Karam di Dermaga Sunyat Sekadau, 6 Truk Ikut Tenggelam

Tabrakan Perahu di Laut Polewali Mandar, 1 Nelayan Tewas Tenggelam

Pewarta foto Antara, Ampelsa, yang berada di KN Kresna 232 menyebutkan, kapal SAR tersebut sedang mengevakuasi tenaga medis anak buah kapal asing di Perairan Lampuyang, Kepulauan Pulo Aceh.

Setelah evakuasi medis, KN Kresna menuju perairan Pulau Bunta, yang jaraknya tidak terlalu jauh. Namun sesampainya di perairan tersebut, kapal kandas sudah berhasil ditarik kapal nelayan lain.

“Kapal SAR tidak bisa merapat karena perairannya berkarang. Kalau kapal nelayan tersebut berhasil ditarik kapal nelayan lain setelah sempat kandas beberapa saat. Semua nelayan selamat,” kata Ampelsa.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Aceh Budiono mengatakan, bersamaan dengan kapal nelayan terdampar, tim SAR sedang mengevakuasi medis seorang anak buah kapal atau ABK tanker.

Kapal tanker dengan nama C Passion berbendera Panama berlayar dari Arab Saudi menuju Korea Selatan. “ABK yang dievakuasi tersebut mengalami kecelakaan kerja, matanya terkena cairan kimia. Setelah dievakuasi ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, ABK tersebut langsung dibawa ke RSUD Zainoel Abidin,” ujar Budiono.


Editor : Maria Christina