Korban Banjir Bandang di Aceh Mulai Menderita Diare dan Demam

Ismail Marzuki ยท Senin, 03 Desember 2018 - 16:34 WIB
Korban Banjir Bandang di Aceh Mulai Menderita Diare dan Demam

Warga Aceh Tenggara memeriksakan diri di posko kesehatan. (Foto: iNews/Ismail Marzuki)

ACEH TENGGARA, iNews.id - Ratusan korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, mulai diserang penyakit akibat terlalu lama berada di lingkungan lembab dan berlumpur. Warga banyak yang mendatangi posko kesehatan, mengeluhkan diare, sakit kulit dan demam.

Kepala Puskesmas Jambur Laklak, Siti Hukamah mengatakan, dari data dua posko kesehatan, sebanyak 431 warga terserang penyakit. Di antaranya 285 warga dari Desa Mentagur dan 128 warga dari Desa Natam Baru.

"Tak hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak juga ikut mendatangi posko kesehatan," kata Siti di Puskesmas Jambur Laklak, Kecamatan Bandar, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (3/12/2018).

BACA JUGA: 3 Kecamatan di Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang, 1.225 Terdampak

Sejumlah keluhan warga seperti sakit kulit (gata-gatal), diare, demam, bahkan ada yang terluka ringan akibat menginjak benda tajam. Mereka juga terlihat mengalami trauma karena tempat tinggalnya yang hancur diterjang banjir bandar.

"Di sini memang kami memberikan penanganan, ada dokter dan perawatnya," ujar dia.

Saat ini ratusan korban banjir bandang masih mengungsi. Selain di lokasi pengungsian, ada juga yang menempati rumah sanak saudaranya di wilayah lain.

BACA JUGA: Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tenggara, Puluhan Rumah Rusak

Sebelumnya, banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Sabtu (1/12/2018) lalu. Setidaknya tiga desa di Kecamatan Ketambe dan Kecamatan Badar, terdampak banjir bandang.

Akibat banjir bandang susulan itu, puluhan rumah warga hanyut dan rata dengan tanah. Sebagian porak poranda diterjang gelondongan kayu dan batu besar.

Dalam sepekan terakhir, banjir bandang telah tiga kali menerjang sejumlah lokasi di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Dalam serangkaian musibah itu, setidaknya merusak 60 rumah, satu jembatan dan jalan lintas nasional hingga menyebabkan 1.225 warga terdampak.

 


Editor : Andi Mohammad Ikhbal