Ladang Berisi 15.000 Pohon Ganja di Aceh Dimusnahkan Polisi

Antara ยท Kamis, 30 Agustus 2018 - 14:05 WIB
Ladang Berisi 15.000 Pohon Ganja di Aceh Dimusnahkan Polisi

Ilustrasi ladang ganja. (Foto: dok.okezone).

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDA ACEH, iNews.id - Personel Kepolisian Resor (Polres) Aceh Besar menemukan dan memusnahkan ladang ganja di kawasan Pegunungan Tampeng Daya Dua, Gampong Pulo, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar. Ladang dengan sekitar 15.000 pohon ganja tersebut ditemukan pada Rabu (29/8/2018).

"Penemuan ladang ganja ini berdasarkan informasi masyarakat. Menerima informasi tersebut, Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Besar langsung menuju lokasi ladang ganja," kata Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar, Kamis (30/8/2018).

Dia menjelaskan setelah berjalan kaki sekitar dua jam lamanya dari jalan terdekat, tim yang dipimpin Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Besar Iptu Yusra Aprilla dan 10 anggotanya tiba di lokasi yang diinformasikan.

Setelah tiba, kata dia, informasi ladang ganja dari masyarakat ternyata benar. Dia memperkirakan belasan ribu ganja tersebut memiliki ketinggian berkisar satu hingga dua meter dengan usia tiga sampai empat bulan serta siap panen.

Sedangkan pelaku atau pemilik maupun orang yang menanam, tidak ditemukan di lokasi. Diduga, mereka melarikan diri sebelum tim Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Besar tiba di lokasi.

"Ladang tersebut diperkirakan baru dibuka. Hal ini terlihat banyak pohon ditebang di sekeliling ladang. Serta ladang tertutup semak belukar dan diduga ini memang sengaja untuk dijadikan sebagai kamuflase," ujarnya.

Perwira menengah Polri itu menyebutkan tim kemudian mencabut belasan ribu tanaman ganja serta membakarnya. Namun berhubung kondisi sudah gelap karena malam hari, pemusnahan dilanjutkan Kamis (30/8).

"Kemarin, hanya sebagian tanaman ganja yang sudah dicabut dan dibakar. Pemusnahan dilanjutkan hari ini. Kepolisian juga sedang menyelidiki siapa pemilik ladang ganja tersebut," kata dia.


Editor : Muhammad Saiful Hadi