Nekat Kabur dari Penjara, Napi di Aceh Timur Tewas Loncat dari Tembok

Antara ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 07:59 WIB
Nekat Kabur dari Penjara, Napi di Aceh Timur Tewas Loncat dari Tembok

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

ACEH, iNews.id – Seorang narapidana (napi) Zulfan bin Ismail (33) yang mendekan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Idi Rayek, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, tewas dalam percobaan pelariannya, Minggu (26/8/2018). Dia kehilangan banyak darah setelah terluka akibat melompat dari tembok pembatas setinggi lima meter.

Kepala Rutan Idi Rayek Efendi mengatakan, napi Zulfan warga Desa Cot Asan, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, bersama empat rekannya mencoba kabur dari penjara namun gagal. Kempat napi lainnya itu yakni Jailani bin Arifin, Jhoni Syahrani, Hasanuddin dan Safrizal.

Dia menceritakan, kronologi kejadian berawal saat Zulfan bersama rekannya menjelang salat ashar meminta izin ke petugas untuk melewati pintu tengah dengan tujuan membeli sesuatu di kantin yang lokasinya berhimpitan dengan rumah dinas Kepala Rutan Idi Rayeuk.

Sesampainya di kantin, mereka memanjat pagar tembok di bagian belakang kantin untuk melarikan diri. Beberapa warga binaan lainnya yang melihat percobaan kabur lima napi kemudin bersorak hingga menimbulkan kegaduhan.

Sejumlah petugas keamanan bersama sipir berlarian ke arah napi yang coba melarikan diri dengan memanjat pagar tembok. Dalam suasana gaduh itu, Zulfan berhasil melompat dan menjatuhkan diri ke arah belakang pagar. Sementara empat rekannya tertinggal dan kembali tertangkap.

"Setelah meloncat lalu Zulfan terjatuh namun langsung berdiri dan berusaha kabur," kata Efendi, Minggu (26/8/2018) malam.

Petugas tak putus asa mengejar Zulfan yang kabur ke arah semak-semak di bagian rutan. Namun baru 15 meter berlari, Zulfan terjatuh dan kondisi pingsan. Petugas kemudian mengevakuasi dan membawanya masuk ke dalam rutan.

Tak lama kemudian, Efendi memutuskan untuk membawa Zulfan ke RSU Graha Bunda Idi. "Saat di dalam rutan masih bernafas. Tapi sampai di rumah sakit sudah meninggal dunia," ujarnya.

Petugas medis di RSU Graha Bunda Idi mengaku, pasien meninggal dunia akibat luka robek di belakang lutut, bahkan urat lututnya putus. "Banyak darah yang keluar akibat luka di belakang lutut," kata tenaga medis RSU Graha Bunda Idi dr Icut Fanny.


Editor : Donald Karouw