Panglima TNI Dapat Gelar Kehormatan Adat Aceh "Sri Lela Wangsa"

Donald Karouw · Minggu, 05 Agustus 2018 - 03:30 WIB
Panglima TNI Dapat Gelar Kehormatan Adat Aceh "Sri Lela Wangsa"

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima gelar kehormatan adat Aceh “Sri Lela Wangsa” yang ditandai dengan pemakaian topi kebesaran dan selendang adat. (Foto: IST)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

ACEH BESAR, iNews.id – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima gelar kehormatan adat Aceh “Sri Lela Wangsa”. Penganugerahan tersebut ditandai dengan pemakaian topi kebesaran dan selendang adat oleh Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al-Haythar di Gedung Wali Nanggroe Aceh, Jalan Lamblang Manyang, Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (4/8/2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terhormat karena telah dianugerahi gelar Sri Lela Wangsa dari masyarakat Aceh, pertama kali sejak berdirinya Lembaga Wali Nanggroe. Dia juga berterima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada Wali Nanggroe Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, serta seluruh masyarakat Aceh.

“Gelar Sri Lela Wangsa ini membuat saya merasa lebih dekat dan semakin merasa sebagai bagian dari masyarakat Aceh yang agamis, penuh kekeluargaan, patriotik dan cinta tanah air,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, Aceh merupakan salah satu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki andil sangat besar bagi sejarah kemerdekaan negeri ini. Itu semua membuat dia yakin Aceh menyimpan potensi semangat yang sangat luar biasa.

“Sebuah semangat yang dibutuhkan dalam rangka meneruskan perjuangan bangsa, perjuangan untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan untuk menyejahterakan seluruh rakyat, dan sebuah perjuangan yang menjadi tanggung jawab kita semua serta generasi-generasi penerus selanjutnya selama hayat dikandung badan,” katanya.

Panglima TNI mengajak seluruh masyarakat Aceh saling bahu-membahu bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa lain, dari Sabang sampai Merauke untuk menjawab panggilan tersebut. “Sebagaimana lidi yang kuat bila bersatu, sebagai bangsa dan negara Indonesia kita juga akan kuat bila berpadu. Kita harus bersatu untuk mengelola negeri yang indah dan kaya raya ini,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak seluruh masyarakat menatap dan menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan optimis dan dengan semangat pejuang Teuku Umar, Teungku Chik di Tiro, Cut Nyak Dhien, dan pejuang lainnya. Dia juga mengajak bersama-sama mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, memiliki kualitas paripurna, dan mampu bersaing dalam hal kualitas dan profesionalisme.

“Hanya dengan generasi-generasi penerus yang siap sajalah kita dapat melanjutkan perjuangan pahlawan-pahlawan kusuma bangsa. Hanya dengan menyiapkan diri dan anak cucu kita, maka tanggung jawab kita akan dapat terlaksana,” katanya.

Sementara Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al-Haythar dalam sambutannya mengatakan, seluruh rakyat Aceh berharap penganugerahan gelar kehormatan adat Aceh “Sri Lela Wangsa” itu, mereka dapat memberikan kontribusi terhadap upaya penguatan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

“Penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Aceh bentuk nyata masyarakat Aceh dalam menghargai dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjonto yang telah berperan dalam memberi perhatian untuk menjaga perdamaian dan keamanan di Aceh sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.


Editor : Maria Christina