Pascabanjir, Seratusan Lebih Warga Aceh Tenggara Terserang Penyakit

Antara, Ismail Marzuki ยท Kamis, 29 November 2018 - 20:07 WIB
Pascabanjir, Seratusan Lebih Warga Aceh Tenggara Terserang Penyakit

Petugas medis mendirikan posko kesehatan yang melayani selama 24 jam bagi korban banjir bandang di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (29/11/2018). (Foto: iNews/Marzuki)

BANDA ACEH, iNews.id – Pascabanjir bandang, seratusan jiwa lebih warga Desa Jonggar Kayu Metangur dan Desa Natam Baru, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai terserang penyakit. Para korban banjir sudah mendapat penanganan medis. Warga juga mulai membersihkan rumah dari endapan lumpur dan gelondongan kayu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengatakan, penduduk mulai terserang penyakit seperti demam, batuk, diare, pilek dan gatal-gatal.

“Masyarakat yang terserang penyakit ini telah mendapat penanganan medis dengan cara para korban mendatangi posko kesehatan terutama bagi pengungsi,” kata Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Kamis (29/11/2018).

Pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) setempat dilaporkan telah mendirikan posko kesehatan yang melayani selama 24 jam bagi korban banjir bandang. Hingga kini terdapat tiga lokasi pengungsian di tiga desa, yakni Lawe Metangur di Ketambe, Natam Baru di Badar, dan Bunbun Indah di Leuser.

BACA JUGA: 

2 Desa di Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang, Belasan Rumah Rusak

Jalur Putus akibat Banjir Bandang, 6 Desa di Aceh Tenggara Terisolasi

Banjir bandang melanda delapan desa di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara pada Senin (26/11/2018) akibat tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir. Lebih 38 kepala keluarga atau 152 jiwa menjadi korban terdampak.

“Hari ini warga dibantu aparat TNI/Polri di Jonggar Kayu Metangur, dan Natam Baru mulai melakukan pembersihan material terbawa banjir. Mereka membutuhkan mobil air untuk membersihkan berbagai material banjir bandang,” papar Dadek.

Sementara Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rahmad Har Deny, puluhan anggota Polres Aceh Tenggara membantu warga membersihkan rumahnya untuk meringankan beban warga korban banjir. “Kami berharap warga bisa segera kembali ke rumah mereka,” ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyebutkan, wilayah Aceh Tenggara berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG Aceh, Rahmad Tauladani mengatakan, hujan berpotensi di wilayah Aceh Jaya, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan sekitarnya. Hujan juga bisa meluas ke Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tengah dan sekitarnya. “Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga pukul 19.50 WIB,” katanya.


Editor : Maria Christina