Pascawarga Serang Pos TNI AL, Kapolda Aceh: Persoalan Sudah Selesai

Armia Jamil, Antara ยท Kamis, 18 April 2019 - 13:38 WIB
Pascawarga Serang Pos TNI AL, Kapolda Aceh: Persoalan Sudah Selesai

Warga mengamuk dan melempari Pos TNI AL di Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu malam (7/4/2019). (Foto: iNews/Armia Jamil)

LHOKSEUMAWE, iNews.id – Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak meninjau Pos TNI AL Pusong, Kota Lhokseumawe, yang dirusak warga, Kamis (18/4/2019). Kapolda menegaskan persoalan tersebut sudah diselesaikan lewat mediasi usai kejadian pada Rabu malam (17/4/2019).

“Semalam langsung ditangani dan dilakukan suatu penyelesaian dengan dimediasi oleh Forkopimda, termasuk Lanal Lhokseumawe. Persoalan selesai dan tidak ada persoalan apapun lagi,” kata Irjen Pol Rio S Djambak.

Kapolda mengatakan, aksi perusakan Pos TNI AL Pusong terjadi karena kesalahpahaman saja serta dipicu oleh emosi sesaat. Akibatnya, terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

“Posnya Lanal ini adalah milik negara. Jika ada persoalan, dapat dibicarakan dengan komandannya. Aceh ini sudah aman jangan dibuat tidak aman,” kata Kapolda.


BACA JUGA: Ratusan Warga Mengamuk dan Serang Pos TNI AL di Lhokseumawe Aceh


Kapolda juga meminta kepada insan pers agar membuat berita yang menyejukkan bahwa tidak ada persoalan apa-apa. Yang terjadi hanya kejadian insidentil dan semuanya dapat diselesaikan dengan baik-baik.

“Saya minta bantuan kepada insan pers dan juga seluruh masyarakat jangan memunculkan suatu berita yang tidak menyejukkan untuk Aceh ini. Kita menjaga Aceh ini aman,” ujar Kapolda.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi oleh Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan dan juga Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf Agung Sukoco serta beberapa pejabat Polda Aceh. Mereka melihat-lihat kondisi Pos TNI AL Pusong yang rusak akibat dilempari warga.

Kapolda Aceh juga meninjau TPS di sekitar Pos TNI AL, yang sedang melakukan lanjutan penghitungan suara. Sebab, penghitungan suara sempat terhenti akibat peristiwa penyerangan pos TNI AL oleh warga.

Diketahui pada Rabu malam, sekitar pukul 22.30 WIB, warga mengamuk dan merusak pos TNI AL Pusong. Warga melempari pos dengan batu dan kayu hingga kacanya pecah. Warga sempat akan membakar pos, namun api hanya sempat terlihat di depan pos, tidak sampai membakar pos.

Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpunnya, awalnya kejadian tersebut dimulai dari adanya teguran oleh seorang anggotanya terhadap seorang anak setempat yang memanjat menara di sekitar pos, agar segera turun karena dianggap berbahaya. Kejadian itu kemudian berefek pada penyerangan pos AL oleh warga.


Editor : Maria Christina