Polisi Tangkap Pria yang Bawa Parang dan Diduga Teror Tadarusan di Meulaboh Aceh

Antara ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 20:07 WIB
Polisi Tangkap Pria yang Bawa Parang dan Diduga Teror Tadarusan di Meulaboh Aceh

Ilustrasi pelaku teror. (Foto: Okezone)

BANDA ACEH, iNews.id – Polsek Johan Pahlawan bersama prajurit TNI Kodim 0105/Aceh Barat menangkap seorang pria misterius yang diduga kuat melakukan aksi teror saat tadarusan di Masjid Nurul Arifin, Gampong (Desa) Lapang, Kabupaten Meulaboh, Aceh. Dalam kejadian pada Minggu (12/5/2019) itu, pelaku juga merusak mikrofon masjid.

“Kami masih memintai keterangan terhadap pria yang diduga sebagai pelaku tunggal ini,” kata Kapolsek Johan Pahlawan Iptu Budi Eka Putra, Rabu (15/5/2019).

Eka mengaku belum bisa memberi keterangan secara rinci. Setelah pemeriksaan terhadap pelaku selesai dilakukan, polisi berencana langsung menggelar konferensi pers perkara ini di Mapolres Aceh Barat di Meulaboh.


BACA JUGA: Umat Lintas Agama Peringati Setahun Tragedi Bom Gereja Surabaya


Informasi dihimpun dari lokasi penangkapan di Desa Lapang, Meulaboh, pelaku dugaan aksi teror dan perusakan yang diamankan polisi tersebut bernama Novan Saputra (26), warga desa setempat. Pria ini ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan dari laporan masyarakat yang menyebutkan ciri-ciri pelaku membawa senjata tajam jenis parang atau golok.

Pelaku mendatangi masjid di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (12/5/2019), sekitar pukul 03.00 WIB, saat masyarakat menggelar tadarusan. Masyarakat terpaksa menghentikan kegiatan karena ketakutan dengan aksi pelaku. Pria itu masuk ke masjid menggunakan sepatu bot, satu unit senter terikat di bagian kepala, dan menggenggam sebilah parang di salah satu lengannya.

Sejumlah peserta tadarusan yang mengetahui kedatangan pria tak dikenal ini langsung berlarian untuk menyelamatkan diri dan ada yang bersembunyi. Beruntung semua selamat dan luput dari serangan pria itu.

Menurut warga setempat, pelaku diduga marah karena suara tadarusan yang berasal dari toa masjid terdengar keras sampai rumah pelaku. Dia merasa suara itu mengganggu waktu istirahatnya.


Editor : Maria Christina