Sakit Hati Tak Diizinkan Garap Kelapa Sawit, Anak Bunuh Ayah di Nagan Raya Aceh

Afsah ยท Senin, 08 Juli 2019 - 22:30 WIB
Sakit Hati Tak Diizinkan Garap Kelapa Sawit, Anak Bunuh Ayah di Nagan Raya Aceh

Petugas Satreskrim Polres Nagan Raya, Aceh, menangkap D< anak yang membunuh ayah kandungnya. (Foto: iNews.id/Afsah)

NAGAN RAYA, iNews.id – Anak Durhaka. Sebutan itu pantas disematkan kepada pemuda berinisial DN, warga Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

DN nekat menganiaya ayahnya hingga tewas. Kondisi korban mengenaskan dengan tubuh bersimbah darah setelah ditusuk dari belakang menggunakan pisau.

Aksi pembunuhan itu terjadi saat korban sedang menggarap lahan kelapa sawit di kebun miliknya. Pelaku berupaya menghilangkan jejaknya dengan berpura-pura membantu sang ayah yang sudah bersimbah darah dan melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Namun, aksi busuk pelaku akhirnya terungkap setelah polisi menyelidiki kasus kematian korban. “Pelaku pembunuhan ini adalah anak korban. Pelapor juga dalam kejadian ini,” kata Kasatreskrim Polres Nagan Raya, AKP Bobby Putra Ramadhan, Senin (8/7/2019).

BACA JUGA:

Anak Tega Tebas Leher Ayah Kandung hingga Tewas di Gunungsitoli

Duel Maut di Palembang, Kakak Ipar Tewas Ditusuk Adik Ipar

Dia mengungkapkan, motif utama pelaku menghabisi nyawa ayahnya karena sakit hati tidak diberikan kesempatan menggarap kebun kelapa sawit.

“Pelaku ini sakit hati tidak diizinkan sama sekali mengelola kebun kelapa sawit. Setelah itu, pelaku ambil pisau dan menusukkan ke bagian belakang tubuh korban yang juga ayahnya sendiri,” ujar Bobby.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Nagan Raya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sebilah pisau yang gunakan pelaku untuk menghabisi korban dan parang milik korban, termasuk pakaian saat pelaku beraksi.

Sedangkan korban sudah dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakaman umum Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur. Nagan Raya, Aceh.


Editor : Kastolani Marzuki