Sedang Diperbaiki, Jembatan Rangka Baja Ulee Raket di Aceh Barat Kembali Ambruk

Afsah ยท Jumat, 01 November 2019 - 08:40 WIB
Sedang Diperbaiki, Jembatan Rangka Baja Ulee Raket di Aceh Barat Kembali Ambruk

Jembatan rangka baja Ulee Raket yang ambruk di Aceh Barat. (Foto: iNews/Afsah)

ACEH, iNews.id – Jembatan rangka baja Ulee Raket yang menjadi penghubung Kecamatan Pante Cermin dan Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, ambruk diterjang arus sungai, Kamis (31/10/2019). Akibatnya, akses transportasi warga setempat lumpuh total.

Padahal, jembatan yang sebelumnya telah rusak sejak 2018 silam ini sedang dalam proses pengerjaan. Pemerintah setempat bahkan telah mengalokasikan anggaran perbaikan mencapai Rp18 miliar.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menyebabkan timbul korban jiwa. Masyarakat setempat memang sudah menutup sementara akses bagi kendaraan sejak debit air sungai naik karena hujan deras yang terus turun dalam beberapa hari terakhir.

“Warga di sini memang sudah antisipasi. Kami melarang kendaraan melintas jadi saat ambruk tidak ada orang di atas jembatan,” ujar Mutasal, warga setempat, Kamis (31/10/2019).

BACA JUGA: Jembatan Ambruk, Perekonomian Warga Langkaplancar Pangandaran Melemah

Menurutnya, jembatan rangka baja sepanjang 120 meter ini telah menjadi akses utama dan terdekat sebagai jalur penghubung. Memang ada dua lainnya, namun jembatan itu tak dapat dilewati kendaraan roda empat, hanya untuk motor saja.

“Harapan kami sebagai warga agar jembatan ini dapat dibangun secepatnya,” kata Mutasal.

Penyebab Jembatan Ulee Raket ambruk ini akibat kondisi kerusakan pada abutmen. Selain itu derasnya arus air sungai membuat tiang penyangga di bagian  tengah roboh.

Anggota DPRK Aceh Barat Ramli menegaskan, pemerintah harus memikirkan akses masyarakat atas kondisi jembatan ambruk tersebut. Jangan sampai warga terisolasi, sebab rata-rata kondisi jembatan lain juga mulai mengalami kerusakan.

“Paling tidak jangan sampai ada masyarakat yang terisolasi. Jembatan yang dibangun dan diperbaiki harus kokoh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.


Editor : Donald Karouw