Sering Disiksa, IRT Bunuh Suaminya Dibantu 2 Anak Kandung dan Menantu

Yusradi Yusuf ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 12:46 WIB
Sering Disiksa, IRT Bunuh Suaminya Dibantu 2 Anak Kandung dan Menantu

Empat tersangka pembunuhan saat pemaparan di Mapolres Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Jumat (11/1/2019). (Foto: iNews/Yusradi)

ACEH TENGAH, iNews.id –  Tidak tahan karena sering disiksa, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Kuala Satu, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, nekat membunuh suaminya. Dua anak kandung dan menantunya ikut membantu IRT tersebut melampiaskan dendamnya.

Tersangka Amna (44) dan dua anaknya, masing-masing Yahdi (26); dan Habibullah (16) serta menantunya, Sulaiman (25), kemudian membuang jasad korban ke jurang di kawasan Bur Lintang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Pembunuhan ini terjadi pada 21 September 2018 lalu. Namun, kasus ini baru terungkap empat bulan kemudian, setelah warga menemukan bungkusan mencurigakan di jurang kawasan Bur Lintang, yang ternyata berisi jasad korban yang sudah menjadi tengkorak. Warga kemudian melaporkan penemuan mencurigakan tersebut kepada polisi.

Kepala Satuan Reskrim Polres Aceh Tengah Iptu Agus Riwayanto Diputra memaparkan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, tim turun ke TKP di jurang kawasan Bur Lintang, Kecamatan Linge, pada Selasa, 8 Januari 2019. Dari penyelidikan di TKP, bungkusan itu berisi kerangka manusia.

“Setelah kami identifikasi, diketahui korban bernama Ridwansyah berumur 55 tahun,” kata Agus di Mapolres Aceh Tengah, Jumat (11/1/2019).

BACA JUGA:

Istri Tewas Dibunuh Suaminya di Cirebon, Wajahnya Disayat-sayat

Guru Cantik di Bangka Tewas Dibunuh Suami karena Dicurigai Selingkuh

Polisi kemudian menyelidiki kasus dugaan pembunuhan tersebut. Dengan bukti permulaan yang dinilai cukup, polisi menangkap keempat tersangka pembunuhan. Dua tersangka yang lebih dulu ditangkap, yakni istri korban Amna dan anak kandungnya Yahdi. Hasil pengembangan, Amna mengaku turut melibatkan anaknya yang lain, Habibullah dan menantunya Sulaiman.

“Kami dapatkan informasi dari keterangan dua tersangka awal bahwa mereka sudah lari ke Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi. Malamnya pukul 03.00 WIB, kami berhasil menangkap dua pelaku lainnya,” paparnya.
 
Menurut keterangan keempat tersangka, pembunuhan tersebut terjadi pada 21 September 2018 di kebun mereka, Kampung Pulo, Kecamatan Bintang. Para tersangka menghabisi Ridwansyah dengan menggunakan linggis. Jasadnya kemudian dibungkus selimut dan dibuang ke jurang di kawasan Bur Lintang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Agus mengatakan, pembunuhan tersebut berlatar sakit hati tersangka Amna, istri korban. Dia kerap mendapat perlakuan kasar dari korban. “Karena tidak tahan lagi dengan perlakuan suaminya, dia lalu mengajak dua anak dan menantunya untuk menghabisi korban Ridwansyah saat berada di kebun,” paparnya.

Sementara tersangka Amna mengatakan, nekat membunuh suaminya karena tidak tahan sering disiksa dan dipukuli suaminya. Bahkan, dia sudah pernah melaporkan suaminya atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Dia pernah masuk sel, katanya enggak diulangi lagi, tapi KDRT terulang lagi,” kata Amna.


Editor : Maria Christina