Sodomi 15 Santri, Pimpinan Pesantren dan Guru Mengaji di Lhokseumawe Ditangkap

Armia Jamil ยท Kamis, 11 Juli 2019 - 14:06 WIB
Sodomi 15 Santri, Pimpinan Pesantren dan Guru Mengaji di Lhokseumawe Ditangkap

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan memaparkan kasus pencabulan 15 santri di Kabupaten Lhokseumawe, Aceh, Kamis (11/7/2019). (Foto: iNews/Armia Jamil)

LHOKSEUMAWE, iNews.id – Pimpinan pondok pesantren (ponpes) bersama seorang guru mengaji di Kabupaten Lhokseumawe, Aceh, ditangkap polisi karena diduga menyodomi belasan santri anak didiknya. Hingga kini, korban kedua pelaku diperkirakan sudah 15 anak.

Kedua pelaku yang sudah ditetapkan tersangka yakni, Pimpinan Pesantren Tahfizul Quran Annahla berinisial AI (45), dan guru mengaji berinisial MY (25).

Dari 15 santri yang menjadi korban pencabulan, lima santri laki-laki telah menjalani pemeriksaaan di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019), yakni R (13), L (14), D (14), T (13), dan A (15).

BACA JUGA:

Biadab, Paman Cabuli Keponakan Berkebutuhan Khusus di Situbondo

Pemilik Ponpes di Langkat Diamankan Polisi karena Sodomi Muridnya

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan mengatakan, kasus sodomi tersebut terungkap setelah beberapa orang tua santri melapor ke kantor polisi. Polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya mengetahui banyak anak yang menjadi korban pencabulan pimpinan ponpes dan guru mengajinya.

“Hingga kini diperkirakan sudah ada 15 santri yang menjadi korban. Namun, yang baru melaporkan secara resmi kepada polisi baru lima orang. Semua korban laki-laki,” ujar Ari Lasta saat pemaparan di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019).

Dari pemeriksaan polisi terungkap pelecehan seksual tersebut terjadi saat pimpinan pesantren menyuruh para santri untuk membersihkan kamarnya. Kedua tersangka telah menyodomi para santri sejak bulan September tahun 2018. Menurut pengakuan para korban, mereka mengalami pelecehan seksual rata-rata tiga  hingga tujuh kali.

“Modus tersangka mengajak anak didiknya untuk membersihkan rumahnya dalam asrama pesantren. Setelah itu, pelaku mendoktrin dengan agama dan kemudian berbuat bejat kepada santrinya di dalam kamar di pondok pesantren. Santri-santri itu disodomi satu-satu,” kata AKBP Ari Lasta Irawan.

Kini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Lhokseumawe untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman 90 cambuk atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan.


Editor : Maria Christina