Sudah Sebulan Ditahan di Myanmar, 15 Nelayan Aceh Belum Dibebaskan

Antara ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 18:04 WIB
Sudah Sebulan Ditahan di Myanmar, 15 Nelayan Aceh Belum Dibebaskan

Ilustrasi penangkapan. (Foto: Okezone)

BANDA ACEH, iNews.id - 15 orang nelayan asal Aceh Timur hingga kini masih ditahan oleh otoritas Myanmar. Sebelumnya, ke-15 nelayan tersebut ditangkap kapal patroli Angkatan Laut Myanmar pada Selasa (6/11/2018).

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia untuk Myanmar, Iza Fadri untuk menanyakan kesehatan para nelayan tersebut.
"Untuk 15 nelayan Aceh, kita terus koordinasi dengan duta besar. Insya Allah, mereka dalam kondisi baik, dan sehat wal afiat. Akan kita upayakan terus (pemulangannya)," ujarnya di Banda Aceh, Kamis (6/12/2018).

Namun, Alhudri belum bisa memastikan kapan para nelayan tersebut bisa dipulangkan setelah ditahan selama satu bulan penuh di penjara Kawthoung, Provinsi Tanintharyi.

BACA JUGA: 16 Nelayan Aceh Ditangkap Aparat Keamanan di Perairan Thailand

Untuk diketahui, sebanyak 16 nelayan Aceh yang melaut menggunakan Kapal Motor (KM) Bintang Jasa dari Kuala Idi, Aceh Timur, mengalami kerusakan mesin di tengah laut. Belasan nelayan ini lalu ditangkap oleh kapal patroli Angkatan Laut Myanmar, karena memasuki wilayah perairan negara itu tanpa izin.

Ketika proses penangkapan, kapal patroli Myanmar mendekati KM Bintang Jasa, belasan nelayan Aceh ini nekat menceburkan diri ke laut, sehingga seorang di antaranya meninggal dunia akibat tenggelam atas nama Nurdin (41). "(Kapan mereka dipulangkan) itu, belum tentu bisa kita pastikan," ujar Alhudri.

Ke-15 orang nelayan Aceh Timur yang selamat dan masih menjalani penahan, yakni Jamaludin (36), kapten kapal, Samidan (41), Amat Dani (23), Rukni (43 tahun), dan Efendi alias Ek Amni Alias (28). Selanjutnya, Umar Saputra (23), Jamaludin Amno (37), Nazarudin (33), Safrizal (38), Darman (30), Muhammad Yais (20), Muhammad Akbar (15), Saipudin (33), Faturahman (15), dan Sulaiman (25).

"Mereka ditahan karena masalah imigrasi, masuk perairan Myanmar tanpa izin. KBRI Yangon telah berkomunikasi dengan kepolisian Kawthaung dan membenarkan penahanan tersebut," kata Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Provinsi Aceh, Miftah Cut Adek.


Editor : Himas Puspito Putra