Terkena Baling-Baling Perahu, Turis Spanyol Tewas saat Menyelam di Pulau Weh

Taufan Mustafa ยท Sabtu, 24 Agustus 2019 - 21:40 WIB
Terkena Baling-Baling Perahu, Turis Spanyol Tewas saat Menyelam di Pulau Weh

Petugas PMI saat mengevakuasi turis Spanyol yang tewas dalam kecelakaan ketika menyelam di Pantai Weh, Sabang, Aceh. (Foto: iNews/Taufan Mustafa)

BANDA ACEH, iNews.id – Francisco Javier Garcia (53), seorang turis asal Spanyol tewas kecelakaan saat snorkling atau menyelam di kawasan wisata Pulau Weh, Sabang, Aceh. Dia luka serius usai terkena baling-baling perahu motor yang sedang melintas.

Ketua tim dokter yang menanganinya Samarullah mengatakan, kejadian ini terjadi saat korban menyelam di lokasi yang bukan seharusnya diperuntukkan untuk menyelam. Sebab di daerah itu merupakan jalur melintas perahu motor.

"Meninggalnya kemarin, Hari Jumat. Beliau sedang snorkling kebetulan ada boat yang melintas. Beliau menyelam pada tempat yang tidak semestinya karena itu jalur boat," ujar Samarullah, Sabtu (24/8/2019).

Akibat kecelakaan laut itu, tubuh korban terlka serius di bagian kepala, lengan sebelah kiri dan punggung. “Luka itu disebabkan kena baling-baling boat,” katanya.

Menurutnya, jenazah korban akan bermalam di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Selanjutnya dijadwalkan bertolak ke Bali melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar pada Minggu (25/8/2019). Dari Bali, jenazah almarhum yang sudah ditempatkan dalam peti akan diterbangkan ke negara asalnya.

“Sudah ada pihak asuransi yang mengurus pemulangan jenazah ke Spanyol,” ucapnya.

Diketahui, kejadian ini berawal ketika perahu motor yang dikemudikan Muchtar (39), warga Jurong Cot Damar, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukakarya, Sabang menabarak Francisco yang sedang menyelam.

Usai menabrak, Muchtar berusaha menolong korban yang berdarah dibantu warga lainnya. Namun, korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal saat dievakuasi ke Puskesmas Gampong Iboih karena kehabisan darah akibat luka serius di bagian dada.


Editor : Donald Karouw