Tiga Pemuda di Aceh Jalani Sidang karena Menjual Sisik Tenggiling

Antara ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 21:00 WIB
Tiga Pemuda di Aceh Jalani Sidang karena Menjual Sisik Tenggiling

Ilustrasi hewan Tenggiling. (Foto: Okezone)

BANDA ACEH, iNews.id – Sebanyak tiga pemuda menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa (8/10/2019) dengan dakwaan menjual sisik tenggiling dengan berat 6,3 kilogram. Tenggiling termasuk hewan malam (nokturnal) yang dilindungi.

Sidang tersebut diketuai Juandra, sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rima Eka Putri dan Maulijar.

Terdakwa Khairul Furqan dan Ahmad Zaini disidang dalam satu berkas, sementara Fauzul didakwa dalam berkas lainnya. Dari ketiganya, hanya Ahmad Zaini yang hadir didampingi penasihat hukum dari Pusat bantuan hukum Peradi Banda Aceh.

JPU menyebutkan perdagangan satwa dilindungi bermula dari seseorang di Medan, Sumatera Utara yang ingin membeli sisik tenggiling dari Khairul Furqan, Agustus 2019.

BACA JUGA: Ratusan Trenggiling Gagal Diselundupkan dari Dumai ke Malaysia

Khairul Furqan lalu menghubungi Ahmad Zaini untuk menanyakan ketersediaan sisik tenggiling. Ahmad Zaini menjawab ada sisik tenggiling sekitar tiga kilogram dengan harga Rp2,5 juta per kilogram.

Khairul Furqan juga menanyakan ketersediaan tenggiling lain. Ahmad Zaini lalu menanyakannya pada Anto yang kini DPO. Anto akhirnya mengirim tenggiling dengan berat 2,8 kilogram dari Kota Langsa dan diturunkan di Lamtamot, Aceh Besar.

Terdakwa Ahmad Zaini juga membeli seekor tenggiling seharga Rp100 ribu dari seseorang dengan panggilan Anak Panca. Terdakwa merebus tenggiling tersebut untuk mencabut sisik dan menjemurnya.

Fauzul menghubungi Ahmad Zaini, Minggu (18/8/2019) dan menawarkan tenggiling dengan berat lima kilogram. Ahmad Zaini lalu membelinya dengan harga Rp80 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Jual Kulit Trenggiling, 2 Warga Sambas Ditangkap Polisi

"Tenggiling tersebut direbus dan sisiknya dicabut lalu dijemur hingga kering. Setelah tenggiling terkumpul 6,3 kilogram, Ahmad Zaini menghubungi Khairul Furqan," kata JPU.

Akhirnya, Ahmad Zaini menyerahkan sisik tenggiling tersebut kepada Khairul Furqan di Jembatan Peunayong, Banda Aceh.

Khairul Furgan lalu pergi ke sebuah hotel di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, untuk menjumpai pembeli. Sedangkan terdakwa Ahmad Zaini menunggu di warung kopi di kawasan Peunayong.

Khairul Furqan ditangkap polisi di lobi hotel, Ahmad Zaini ditangkap di warung kopi dan Fauzul ditangkap di Gampong Seunebok, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar.

JPU menyebutkan, ketiga tersangka melanggar Pasal 21 Ayat (2) juncto Pasal 40 Ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sidang dilanjutkan Rabu (16/10/2019) pekan depan dengan agenda mendengarkan eksepsi atau keberatan terdakwa terhadap dakwaan jaksa penuntut umum.


Editor : Umaya Khusniah