TKN: Hoaks Hapus Pelajaran Agama Cara Lawan Menutupi Kelemahan Mereka

Aditya Pratama ยท Rabu, 06 Maret 2019 - 13:30 WIB
TKN: Hoaks Hapus Pelajaran Agama Cara Lawan Menutupi Kelemahan Mereka

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

BANDA ACEH, iNews.id – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin merespons viral video aksi seorang ibu di Makassar yang mengajak untuk tidak memilih Jokowi-Ma’ruf karena bakal menghapus pelajaran agama. Ajakan itu merupakan kebohongan dan menyesatkan.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, hoaks tersebut sebenarnya digunakan untuk menutupi kelemahan pasangan calon yang didukung perempuan dalam video tersebut.

"Ketika mereka menggunakan isu Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin tidak islami, bagaimana mungkin seorang ulama besar tidak islami? Itukan untuk menutupi mereka (Prabowo-Sandi) yang tidak islami," ujar Hasto di sela-sela Safari Kebangsaan X di Aceh, Rabu (6/3/2019).

Dia menduga ada strategi tertentu yang digunakan kubu lawan berkaitan dengan isu-isu hoaks belakangan ini. Karena itu Hasto mengajak seluruh pihak berpolitik secara positif seperti dilakukan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

BACA JUGA: Viral, Ibu-ibu Kampanye Hitam Sebut Jokowi Akan Hapus Pendidikan Agama

Sebelumnya, aksi seorang ibu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan viral di media sosial. Ibu tersebut mengajak warga untuk tidak memilih calon nomor urut 01 itu karena dinilai akan menghapuskan pelajaran agama.

Dalam video tersebut berdurasi 44 detik itu, seorang ibu yang bertamu mengajak pemilik rumah untuk mendukung pasangan calon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kalau kita memilih Prabowo itu kan, kita pikirkan nasib agama kita. Anak-anak kita walaupun kita yang tidak menikmati. Tapi besok lima tahun, 10 tahun yang akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama di sekolah dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya?" tuturnya.

Kementerian Agama telah membantah isu tersebut. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, pemerintah tak mungkin menghapus pendidikan agama dalam kurikulum sekolah maupun madrasah karena Indonesia merupakan negara yang religius.

Di negara sekuler seperti Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat pun, pelajaran agama juga wajib di sekolah.

"Baik di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (public schools) apalagi di sekolah yang diselenggarakan oleh gereja (faith based schools). Apalagi di Indonesia, negara bangsa yang dikenal sangat religius, mustahil pelajaran agama dianggap tidak penting, dan akan dihilangkan," kata dia.


Editor : Zen Teguh