Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Aceh, Massa Minta Laporan terhadap UAS Dicabut

Taufan Mustafa ยท Jumat, 23 Agustus 2019 - 22:01 WIB
Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Aceh, Massa Minta Laporan terhadap UAS Dicabut

Massa dari berbagai ormas berunjuk rasa meminta polisi untuk menghentikan laporan terhadap Ustaz Abdul Somad. (Foto: iNews.id/Taufan Mustafa)

BANDA ACEH, iNews.id- Massa dari berbgai organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), santri dan mahasiswa di Aceh berunjuk rasa membela Ustaz Abdul Somad (US) yang dilaporkan ke polisi karena dituding telah menistakan agama lain atau ujaran kebencian.

Aksi massa yang digelar di depan Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh, Jumat (23/8/2019) itu berlangsung tertib. Massa saling bergantian berorasi. Aksi damai itu kemudian dilanjutkan ke kantor Gubernur Aceh.

Dalam orasinya, massa meminta pihak yang melaporkan UAS untuk segera mencabut laporannya karena video ceramah UAS itu disampaikan pada tiga tahun lalu dan di depan umat Islam. Video ceramah itu juga dinilai tidak memiliki unsur tindak pelecehan terhadap agama mana pun.

Koordinator aksi, Abu Sujak mengatakan, polisi harus bertindak profesional dan tidak menerapkan standar ganda dalam menangani laporan terhadap UAS. “Polisi harus menghentikan laporan terhadap UAS. Kami juga meminta Gubernur Aceh untuk mengambil sikap agar kasus UAS bisa cepat diselesaikan,” katanya.

BACA JUGA:

MUI Harap Kasus Ustaz Abdul Somad Tak Masuk Ranah Hukum

Quraish Shihab soal Video Ceramah UAS: Meski Tak Salah, Saya Akan Minta Maaf

Pimpinan dayah di Tanjongan, Tu Bulqaini Tanjongan mengatakan, pelaporan terhadap UAS karena ada orang yang kurang senang. Dia juga menilai ada permainan tidak sehat yang berujung pada kehancuran bangsa. “Hari ini sasarannya kepada UAS, ke depan mungkin sasarannya pendeta,” katanya.

Kabag Humas Pemerintah Aceh, Saifullah A Gani mengatakan, semua aspirasi massa ini akan diteruskan kepada gubernur. “Pemerintah Aceh juga segera bermusyawarah untuk menindaklanjuti tuntutan para demonstran,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki