Usai Ancam Ibunya, Pemuda di Aceh Bacok Kakak Kandung hingga Tewas

Antara ยท Kamis, 02 Mei 2019 - 09:10 WIB
Usai Ancam Ibunya, Pemuda di Aceh Bacok Kakak Kandung hingga Tewas

Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Okezone)

LHOKSUKON, iNews.id – Seorang pemuda di Desa Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, membacok kakak kandungnya hingga tewas, Rabu malam (1/5/2019). Korban tewas setelah berusah menenangkan pelaku yang mengancam ibu mereka dengan parang.

Korban Basri alias Pale (40), warga setempat, ditemukan tewas di dalam parit, tidak jauh dari rumah orang tuanya di Buket Jrat Manyang. Sementara adik kandungya, M Saleh (28), langsung kabur ke hutan.

“Basri ditemukan meninggal dunia di dalam parit sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu malam (1/5). Almarhum menderita luka bacok di dada dan tangan,” kata Kepala Desa Buket Jrat Manyang M Amin Usman, Kamis (2/5/2019).

BACA JUGA:

Bos Begal di Kendari Bunuh Anak Buahnya yang Ingin Insyaf

Pelaku Bunuh Perempuan di Mampang dengan Palu

Kejadian nahas itu berawal saat pelaku M Saleh marah-marah. Dia mengancam membacok ibu kandungnya sambil menenteng pisau. Belum diketahui pasti penyebab pelaku mengamuk.

Kejadian itu kemudian diketahui korban. Basri pun datang dengan maksud membujuk Saleh. Rupanya pelaku tidak terima dengan bujukan korban hingga akhirnya dia juga dikejar dan dibacok.

Usai kejadian, tidak ada warga ang berani mendekati lokasi sebelum pihak keamanan tiba di lokasi. Pasalnya, pelaku dikabarkan berseliweran sambil menenteng parang dan pisau.

Setelah polisi tiba, keluarga dan warga baru mendekati lokasi. Ternyata korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di parit, tak jauh dari rumah orang tuanya. Keluarga meminta jasad korban langsung dibawa pulang ke rumah duka dan tidak lagi dibawa ke rumah sakit.

Sementara pelaku dilaporkan melarikan diri ke hutan sambil membawa sebilah pisau. Hingga pukul 01.00 WIB dini hari, pelaku belum ditemukan dan masih diburu polisi. Menurut saksi, sempat terdengar beberapa kali letusan senjata api dalam pengejaran itu.

M Amin mengatakan, sebelum kejadian ini, pelaku sudah beberapa kali mengamuk dan pernah melempar warga dengan parang. Pelaku juga pernah dibawa ke rumah sakit jiwa sekitar setahun lalu, namun dipulangkan karena dianggap sudah sembuh saat itu.


Editor : Maria Christina