Sejumlah Bangunan Suci di Badung Bali Roboh Diguncang Gempa Lombok

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Kamis, 09 Agustus 2018 - 21:01 WIB
Sejumlah Bangunan Suci di Badung Bali Roboh Diguncang Gempa Lombok

Bangunan pelinggih di kompleks Pura Penataran Agung Pucak Manggu, Badung, Bali, mengalami kerusakan karena gempa di Lombok, NTB. (Foto: iNews/Bagus Alit)

BADUNG, iNews.id – Getaran gempa bumi yang terus mengguncang wilayah Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), juga terasa hingga Pulau Bali. Gempa mengakibatkan sejumlah infrastruktur maupun fasilitas publik di Kabupaten Badung rusak parah. Salah satunya tempat ibadah agama Hindu, yaitu Pura Penataran Agung Pucak Mangu.

Pura Penataran Agung Pucak Mangu berlokasi di Banjar Pinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Sejumlah pelinggih atau bangunan suci serta meru yang berada di utama mandala atau areal utama pura roboh. Selain itu, banyak bangunan bale yang bergeser.

Padahal, saat ini sedang berlangsung renovasi terhadap sejumlah bangunan pelinggih hingga tembok penyengker di kompleks pura tersebut. Namun, kerasnya guncangan gempa merobohkan lima pelinggih antara lain pelinggih meru bertumpang dua yang merupakan pesimpangan Pura Pucak Padangdawa, pelinggih pesimpangan Pura Luhur Candimas, dan pelinggih pesimpangan Pura Beratan.


BACA JUGA:

Korban Gempa Lombok Masih Dievakuasi, 259 Tewas dan Ribuan Luka Berat

Mataram Mencekam, Sejumlah Bangunan Porakporanda akibat Gempa 6,2 SR

Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung memaparkan, tujuh pelinggih lain juga mengalami pergeseran tiang atau saka meru meskipun tak sampai roboh. Selain itu, bangunan ambruk juga menimpa tembok penyengker sepanjang 6 meter dan bagian depan dari Candi Bentar mengalami retak-retak. Hingga saat ini, kerugian akibat musibah tersebut belum dapat ditaksir.

“Memang terjadi kerusakan yang cukup parah di sini. Kerusakan sepenuhnya akibat dampak gempa. Saya di sini dengan didukung segenap aparat termasuk Pak Danrem dengan segenap jajarannya Pak Dandim, berupaya unruk mengadakan perbaikan secepat mungkin. Hanya saja, kami harus melaksanakan dulu upacara,” kata Anak Agung Gde Agung, Kamis (9/8/2018).

Sementara Danrem 163 Wirastya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi mengatakan, sesuai perintah Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kodam Udayana mendukung sepenuhnya perbaikan fasilitas sosial dan umum di Bali yang terdampak gempa bumi di Lombok, NTB. Salah satunya kerusakan tempat ibadah agama Hindu, yaitu Pura Penataran Agung Pucak Mangu.  Jika nantinya personel kurang, bantuan akan dikerahkan dari Denpasar.

“Tentu perbaikan bangunan suci umat Hindu akan memperhatikan kearifan lokal, tata krama, ataupun pakem. Dampak gempa yang terasa bagi kehidupan masyarakat seperti kerusakan fasilitas umum dan fasilitas sosial dan yang dialami warga, akan menjadi atensi kami. Kami akan all out mendukung,” kata Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi.

Penanganan serius atau perbaikan sejumlah bangunan pelinggih yang roboh harus secepatnya dilakukan karena pada 24 Oktober 2018 mendatang, di pura tersebut akan berlangsung puncak karya pujawali atau piodalan. Sementara kondisi kerusakan Pura Pucak Mangu yang terletak di puncak Gunung Mangu di wilayah Banjar Tinggan Desa Pelaga Petang, belum diketahui karena untuk sampai ke lokasi tersebut harus dilakukan pendakian.


Editor : Maria Christina