Truk Bermuatan 45 Orang Terperosok Menimpa Gudang di Pinggir Jurang

Nyoman Astana · Sabtu, 11 Agustus 2018 - 21:26 WIB
Truk Bermuatan 45 Orang Terperosok Menimpa Gudang di Pinggir Jurang

Truk yang terperosok ke sebuah gudang di pinggir jurang Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (11/8/2018). (Foto: iNews/Nyoman Astana)

GIANYAR, iNews.id – Sebuah truk bermuatan 45 orang terperosok mundur hingga menimpa bangunan gudang di pinggir jurang di Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (11/8/2018) sore. Kecelakaan ini mengakibatkan para penumpang luka-luka dan tiga di antaranya kritis.

Para korban merupakan warga Dusun Peteluan, Desa Temesi, Gianyar. Ambulans yang membawa korban kecelakaan truk bergiliran tiba di IGD RSU Sanjiwani Gianyar, Sabtu sore. Tiga di antara korban kritis karena menderita cidera kepala berat serta patah tulang sehingga harus menjalani perawatan intensif.

Sementara 42 penumpang lainnya menderita luka lecet. Selain di RSU Sanjiwani Gianyar, sebagian korban juga ada yang dirawat di Rumah Sakit Ari Santhi Mas, Ubud, Gianyar. Semua korban warga dewasa serta lansia.

Menurut keterangan warga, kecelakaan terjadi di jalan tanjakan Dusun Gentong, Desa Tegallalang, Gianyar. Saat itu, rombongan baru selesai mengikuti upacara adat di tempat kerabatnya di Desa Kenderan, Tegallalang, Gianyar. Tiba-tiba, truk yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di jalan tanjakan.

Beruntung dalam kondisi itu, sopir truk berupaya membanting kemudinya ke kanan untuk menghindari jurang berkedalaman 25 meter di sisi kiri jalan. Namun, truk akhirnya terseret mindur ke arah kompleks bangunan hingga menimpa gudang yang berada di pinggir jurang.

“Mobilnya nggak kuat, saya langsung banting kanan karena di kiri ada jurang. Tahu-tahu, truknya mundur karena nggak kuat kuat membawa beban penumpang dan menimpa gudang di pinggir jurang,” kata sopir truk, I Made Sara.

Musibah itu membuat seluruh korban juga mengalami syok. Sebab, para penumpang sempat bertumpuk di atas truk saat terseret mundur dari tanjakan hingga 10 meter. “Truknya mati mesin dan langsung mundur. Orang-orang di truk semuanya langsung bertumpuk. Yang paling parah yang paling bawah. Kalau saya luka lecet aja,” kata korban, Ni Wayan Ariadi.

Kecelakaaan truk juga sempat membuat panik para keluarga korban. Meskipun keluarga mereka mengalami luka-luka, mereka berharap agar aparat kepolisian tidak memproses hukum sopir truk yang juga dari desa setempat. Apalagi, keluarga sopir juga ikut menjadi korban.


Editor : Maria Christina