Polisi Tembak Pencopet Spesialis Ponsel Wisatawan Asing di Badung Bali

Antara ยท Senin, 13 Agustus 2018 - 20:04 WIB
Polisi Tembak Pencopet Spesialis Ponsel Wisatawan Asing di Badung Bali

Ilustrasi. (Foto: dok.okezone).

BADUNG, iNews.id – Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta, Badung, Bali, menembak dua pencopet yang sering beraksi menyasar para wisatawan asing di Kawasan Legian. Para pelaku bernama Hamson (32) dan Sabran (34) terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap.

"Kedua pelaku sering beraksi di dekat Sky Garden, Jalan Legian dengan menyasar telepon seluler (ponsel) wisatawan asing yang sedang lengah membawa barang bawaannya. Kami hadiahi timah panas," kata Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah, Senin (13/8/2018).

Ricki menjelaskan, penangkapan kedua tersangka berdasarkan laporan dari korban Rajput Abhisekh Candrakesh (25) wisatawan asal India. Korban menceritakan didekati empat pemuda yang menawarkan transportasi kepadanya saat sedang berjalan kaki di dekat Sky Garden, Legian menuju hotelnya, pada 3 Agustus 2018, Pukul 03.30 Wita.

Saat berjalan beberapa meter dari tempat empat pria itu menawar jasa transportasi, korban tersadar bahwa ponsel merek Iphone 8+ miliknya hilang. Saat itu, korban sempat kembali ketempat para pelaku tadi, namun mereka sudah tidak ada. "Kejadian tersebut lantas dilaporkan kepada kami karena korban mengalami kerugian Rp11,3 juta," ujar Ricki.

Tim Opsnal Polsek Kuta kemudian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mencari informasi dan saksi. Polisi kemudian mendapat informasi ciri-ciri dan tempat tinggal pelaku. Selanjutnya pada 3 Agustus 2018, Pukul 10.00 Wita, polisi menangkap pelaku Sabran di Jalan Kubu Anyar Gang Semangka Nomor 1, Kuta, Badung. Kepada petugas, Sabran mengaku mencopet bersama rekannya Hamson. Kemudian, petugas menangkap Hamson di Jalan Udayana Taman Ambungan Nomor 2, Jimbaran, Kuta Selatan.

Menurut Ricki dari hasil interogasi kedua pelaku tersebut mengakui telah mencopet milik korban dan dan barang bukti telah dijual. Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan cara mencari barang bukti. Namun, saat polisi sedang menuju barang bukti yang dijual, kedua pelaku melawan dan sempat mencoba melarikan diri sehingga ditembak di bagian kakinya.

"Hal ini kami lakukan sebagai tindakan tegas kepolisian secara terukur karena kedua tersangka melakukan perlawanan. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor Polisi Polsek Kuta untuk proses penyidikan lebih lanjut," katanya.

Kedua tersangka mengaku telah delapan kali mencopet di Kawasan Legian, Kuta, sejak Maret-Agustus 2018 dan berhasil menggasak delapan telepon genggam milik wisatawan. Semua barang bukti yang berhasil diambil kedua tersangka dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp250.000 hingga Rp1 juta.


Editor : Muhammad Saiful Hadi