Justice Conference Bekali Pemuda Kristen untuk Membangun Bangsa

Muhammad Muhyiddin ยท Kamis, 16 Agustus 2018 - 22:45 WIB
Justice Conference Bekali Pemuda Kristen untuk Membangun Bangsa

Ketua Panitia Justice Conference Hasudungan Manurung memberikan keterangan pada wartawan di sela-sela acara di Denpasar, Bali. (Foto: iNews/Muhammad Muhyiddin)

DENPASAR, iNews.id – Puluhan pemuda Kristen dari seluruh Indonesia mengikuti Justice Conference di Lembah Pujian Denpasar, Bali, Kamis (16/8/2018). Acara tersebut bertujuan untuk menggugah kepedulian para pemuda Kristiani untuk memajukan bangsa Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa hukum Kristen, profesi hukum Kristen dan aktivis gereja se-Indonesia. Perwakilan dari sejumlah negara juga turut hadir, seperti Australia dan Malaysia. Selama acara berlangsung, para peserta memperolah pemahaman tentang keadilan, Alkitab, serta peran kampus dan gereja dalam mencapai transformasi hukum sebagai jawaban kebutuhan bangsa.

Kegiatan ini memiliki visi melahirkan mahasiswa hukum dan profesional hukum yang takut akan Tuhan. Kemudian, memiliki kemauan untuk mengubah Indonesia melalui praktik hukum yang mumpuni dan keadilan bagi semua. Sementara misi kegiatan itu melengkapi dan memberdayakan para akademisi, mahasiswa dan profesional hukum untuk memulihkan dan menjaga profesionalisme, kebebasan dan integritas. Justice Conference menjadi terang dan garam untuk mempromosikan supremasi hukum dan menegakkan keadilan.

Ketua Panitia Justice Conference Hasudungan Manurung memaparkan, kesadaran hukum warga negara Indonesia (WNI) belakangan ini semakin memprihatinkan. Banyaknya jual beli hukum menjadi cerminan lemahnya pengawasan dan keikhlasan masyarakat terhadap penegakan hukum. Karena itu, Justice Conference dianggap penting untuk diadakan sebagai bekal bagi para pemuda Kristen agar menjadi penerus yang andal dan bisa menegakkan hukum.

“Kita ingin membangkitkan semangat pemuda-pemuda Kristiani untuk mau terlibat langsung dalam pembangunan bangsa, menjalankan roda pembangunan yang berprinsip Kristiani yang takut akan hukum Tuhan agar lahir pemikir-pemikir dan politisi-politisi yang berintegritas tinggi dan takut akan hukum Tuhan,” papar Hasudungan.

Sementara menurut salah satu peserta, Patrick Talbot, pada dasarnya acara tersebut diadakan agar ada sudut pandang Ilahi dalam memperjuangkan keadilan ada dua sistem. Pertama, dari dalam sistem. Kedua memperjuangkan keadilan di luar sistem seperti dimulai dari keluarga dan lingkungannya.

“Kita bisa belajar bersama, memahami prinsip keadilan dan mentransformasikannya dalam masyarakat Indonesia agar Indonesia bisa lebih damai,” kata Patrick.

Rencananya Justice Conference berlangsung selama tiga hari ke depan. Acara ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang hukum, baik tata negara, maupun hukum perdata. 


Editor : Maria Christina