Mantan Pramugari Divonis 2,5 Tahun Penjara karena Konsumsi Narkoba

Antara ยท Senin, 20 Agustus 2018 - 16:44 WIB
Mantan Pramugari Divonis 2,5 Tahun Penjara karena Konsumsi Narkoba

Michelle Merri Loisa (28), mantan pramugari divonis 2,5 tahun penjara karena mengonsumsi narkoba. (Foto: IST)

DENPASAR, iNews.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, menghukum terdakwa Michelle Merri Loisa (28), mantan pramugari di salah satu perusahaan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, selama 2,5 tahun penjara. Terdakwa terbukti mengonsumsi narkoba.

Ketua Majelis Hakim, Ketut Tirta di Denpasar, Senin, mengatakan, terdakwa terbukti sah dan meyakinan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I, jenis sabu-sabu, kokain dan dumolid. ”Terdakwa bersalah melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sehingga dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara,” ujar hakim.

Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dalam sidang sebelumnya, yang menuntut hukuman tiga tahun penjara. Hakim menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Mendengar vonis hakim, terdakwa didampingi penasihat hukumnya Made Suardika Adnyana menyatakan menerima putusan hakim. Sementara jaksa menyatakan pikir-pikir terhadap putusan hakim.

Dalam sidang sebelumnya terungkap bahwa terdawa Michelle Merri Loisa (28) ditangkap anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta, Kabupaten Badung, Bali, di kediamannya Perumahan Aneka House, Jalan Gunung Lumut, Denpasar Barat, pada 24 Februari 2018.

Di dalam rumah terdakwa, petugas menemukan satu paket sabu seberat 0,12 gram dan dua paket kokain masing masing seberat 0,34 gram dan 0,03 gram serta empat butir dumolid, pada pernak-pernik hiasan di kamarnya. Petugas juga menemukan alat isap sabu.

Saat diinterogasi petugas, terdakwa mengaku memiliki barang itu. Dia sudah delapan bulan menjadi pengguna narkoba jenis sabu maupun kokain. Terdakwa mengonsumsi barang haram itu bersama kekasihnya saat sedang bebas dari jadwal penerbangan.

Tersangka mengaku empat kali membeli kokain dan sabu dengan harga Rp2,5 juta per gram. Penangkapan Merri berdasarkan hasil pengembangan kasus penangkapan kekasihnya Fahmi (37), pada 24 Februari 2018, pukul 20.40 Wita di area Central Parkir Kuta.


Editor : Maria Christina