Gara-Gara Saling Tatap, Kakak Kelas Aniaya Siswa SMP di Bangli

Anak Agung Ari Wiradarma ยท Sabtu, 25 Agustus 2018 - 10:48 WIB
Gara-Gara Saling Tatap, Kakak Kelas Aniaya Siswa SMP di Bangli

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi. (Foto: iNews/Anak Agung Ari Wiradarma)

BANGLI, iNews.id – Kasus penganiayaan dialami siswa SMP oleh kakak kelasnya di Kabupaten Bangli, Bali, dan viral di masyarakat. Dalam tayangan video berdurasi 24 detik, tampak pelaku menganiaya korban secara brutal di sebuah lahan kosong saat jam pulang sekolah.

Aksi penganiayaan itu direkam rekan pelaku hingga akhirnya beredar luas di masyarakat. Dalam rekaman, tampak beberapa teman pelaku mencoba untuk melerai perkelahian tersebut hingga akhirnya penganiayaan terhenti.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kasus itu sudah masuk ranah hukum dan dilaporkan korban ke Polsek Bangli, Sabtu (25/8/2018). Keluarga korban tak terima dengan perbuatan pelaku atas penganiayaan tersebut.

Hasil penyelidikan, motifnya diduga hanya lantaran pelaku dan korban saling bertatapan saat berada di sekolah. Pelaku tidak terima dan menantang korban untuk berkelahi, namun tantangan itu tak digubris.

Saat pulang sekolah, pelaku yang sudah menunggu korban langsung menyerangnya secara brutal. Korban yang terjatuh hanya bisa mempertahankan diri saat pelaku melepaskan pukulan secara bertubi-tubi ke bagian kepalanya.

“Kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Bangli. Kami dari unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Bangli juga membantu untuk proses penyelidikannya,” kata Sulhadi, Sabtu (25/8/2018).

Dia menjelaskan, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman kasus dengan memanggil pelaku dan korban, didampingi keluarganya masing-masing. Keterangan korban, peristiwa penganiayaan itu dialaminya pada Kamis (23/8/2018).

Pelaku merupakan kakak kelasnya yang duduk di kelas Sembilan. Sementara korban saat ini masih di kelas delapan salah satu sekolah SMP di Bangli. Selain memeriksa pelaku, petugas juga memanggil perekam video tersebut. Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan polisi.


Editor : Donald Karouw