BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi hingga 3 Meter di Perairan Bali

Antara ยท Minggu, 26 Agustus 2018 - 11:04 WIB
BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi hingga 3 Meter di Perairan Bali

Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Okezone)

DENPASAR, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terkait potensi gelombang laut yang tinggi berkisar satu hingga tiga meter, termasuk di beberapa wilayah pantai wisata di Bali.

"Kami imbau masyarakat mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melaut atau beraktivitas di sekitar pantai," kata Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Taufik Gunawan di Denpasar, Minggu (26/8/2018).

Menurut dia, kondisi itu disebabkan karena massa udara basah terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga lapisan 850 milibar atau 1.500 meter dan sebagian besar wilayah Bali memasuki musim kemarau dengan kecepatan angin berkisar delapan hingga 35 km per jam dari arah timur-tenggara.

BMKG merinci tinggi gelombang satu hingga tiga meter yang tergolong berbahaya berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung dan Selat Lombok bagian selatan.

Tinggi gelombang dua hingga tiga meter yang juga masuk kategori berbahaya berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Bali hingga NTB.

Sedangkan untuk pantai yang berpotensi terjadi tinggi gelombang di atas dua meter di antaranya Bali bagian selatan, yakni di Ungasan, Pecatu, Uluwatu, Nusa Dua dan Nusa Penida.

Untuk itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, di antaranya bagi para nelayan, yakni kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Taufik menyebutkan untuk kapal tongkang perlu diwaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,5 meter.

Sementara untuk kapal ferry perlu diwaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2,5 meter dan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau kapal pesiar, perlu diwaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter.


Editor : Himas Puspito Putra