Aniaya Adik Kelas, Siswa SMP di Bangli Bali Ditetapkan Jadi Tersangka

Anak Agung Ari Wiradarma ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 18:22 WIB
Aniaya Adik Kelas, Siswa SMP di Bangli Bali Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menyampaikan perkembangan kasus kekerasan siswa di Bangli. (Foto: iNews/Ari Wiradarma)

BANGLI, iNews.id – Pascaviralnya video kekerasan terhadap siswa SMP di Bali, Polres Bangli menetapkan pelaku penganiayaan yang merupakan kakak kelas korban sebagai tersangka. Tersangka IWS (14) dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan penjara.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menyampaikan, Polres Bangli hingga kini masih terus melakukan penyelidikan. Polisi telah menyita video rekaman yang menunjukkan aksi kekerasan IWS terhadap adik kelasnya, PG (13). Polisi juga telah memeriksa tiga orang saksi yang melihat kejadian tersebut, termasuk perekam video, serta melakukan gelar perkara.

“Hasilnya, pelaku akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan tetap dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan penjara,” kata Sulhadi di Bangli, Senin (27/8/2018).

BACA JUGA: Gara-Gara Saling Tatap, Kakak Kelas Aniaya Siswa SMP di Bangli

Tindak lanjut dari penanganan kasus itu, pelaku akan dimintai keterangan kembali sebagai tersangka didampingi keluarganya pada Rabu, 29 Agustus 2018 nanti di Polsek Bali. Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi.

Meski demikian, Polres Bangli masih berupaya melakukan diversi dengan kedua belah pihak dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Anak. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Sebelumnya, video penganiayaan siswa SMP, PG (13), oleh kakak kelasnya IWS (14), di Kabupaten Bangli, Bali, viral di masyarakat. Dalam tayangan video berdurasi 24 detik, IWS tampak menganiaya PG secara brutal di sebuah lahan kosong saat pulang sekolah.

Aksi penganiayaan itu direkam teman pelaku hingga akhirnya videonya beredar luas di masyarakat. Dalam rekaman, tampak beberapa teman pelaku mencoba untuk melerai perkelahian. Korban dan keluarga akhirnya melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Bangli, Sabtu (25/8/2018).

Hasil penyelidikan, penyebab penganiayaan diduga hanya lantaran pelaku dan korban saling bertatapan saat berada di sekolah. Pelaku tidak terima dan menantang korban untuk berkelahi, namun tantangan itu tak digubris.


Editor : Maria Christina