2 ABG asal Sumedang Nyaris Jadi Korban Trafficking di Bali

Beben HVA ยท Senin, 03 September 2018 - 14:55 WIB
2 ABG asal Sumedang Nyaris Jadi Korban Trafficking di Bali

Ibu korban dua gadis asal Sumedang yang nyaris jadi korban trafficking langsung dipeluk saat pulang ke rumah. (Foto: iNews/Beben HVA)

SUMEDANG, iNews.id – Polsek Tanjungsari dan Polres Tabanan Bali bekerja sama menggagalkan upaya trafficking gadis di bawah umur. Mereka menyelamatkan dua gadis lulusan SMP asal Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, setelah tiga minggu melakukan pelacakan.

Informasi yang dirangkum iNews, kronologi kasus dugaan trafficking berawal saat korban berkenalan dengan seorang wanita berinisial MM di Facebook. Mereka ditawarkan bekerja di Bali dengan gaji Rp4 juta. Obrolan pun berlanjut melalui Whatapps hingga akhirnya dua korban tergiur dengan iming-iming tersebut.

Selanjutnya mereka diberangkatkan ke Bali dari Sumedang. MM menyediakan KTP palsu agar keduanya bisa menempuh perjalanan, sekaligus identitas baru selama berada di Bali.

Kabar hilangnya korban akhirnya diketahui oleh orang tuanya. Mereka lantas melaporkan hal itu Bhabinkamtibmas desa setempat dan diteruskan ke Polsek Tanjungsari. Mendapat laporan masyarakat, anggota Polsek bekerja sama dengan Polres Tabanan untuk mencari keberadaan korban.

Setelah 20 hari pelacakan, polisi mendapat titik terang dan mengamankan keduanya. Mereka selanjutnya dipulangkan kembali ke Sumedang untuk dikembalikan bersama keluarganya.

“Kedua korban selama ini dipekerjakan di kafe. Identitas mereka juga diganti. Pengungkapan ini berawal saat salah satu korban mengabarkan kondisi yang dialaminya kepada orang tuanya karena merasa tak nyaman. Dari informasi itu kami langsung lakukan pelacakan,” kata Kapolsek Tanjungsari Kompol Deden Mulyana, Senin (3/9/2018).

Deden mengungkapkan, selama di Bali, kedua nama gadis berusia 16 tahun itu telah diubah menjadi Kartini dan Suryati. Dia mengimbau agar masyarakat, khususnya perempuan dan kalangan pelajar agar tidak mudah terbuai dengan iming-iming di media sosial.

“Orang tua juga berperan untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini. Jangan mudah tergiur untuk mendapatkan pekerjaan dari orang yang baru dikenal di media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua salah satu korban dugaan trafficking Mimin Mintarsih mengaku sangat senang dan bersyukur anaknya dapat kembali. “Saya tidak tahu saat kepergiannya. Saya berusaha meminta pertolongan dan sekarang akhirnya anak saya sudah bisa kembali,” ucap Mimin.


Editor : Donald Karouw