2 Pelajar SMK Terduga Pemeran Video Porno di Jembrana Masih Terperiksa

Nyoman Sudika ยท Senin, 03 September 2018 - 17:05 WIB
2 Pelajar SMK Terduga Pemeran Video Porno di Jembrana Masih Terperiksa

Polres Jembrana menyelidiki kasus video porno yang diduga dilakukan dua pelajar SMK. (Foto: iNews.id/Nyoman Sudika)

JEMBRANA, iNews.id – Dua pelajar SMK yang diduga pemeran adegan video porno di Kabupaten Jembrana, Bali masih diperiksa intensif oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jembrana.

Kasatreskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai mengatakan, penyidik masih mendalami keterangan kedua pelajar terduga pemeran adegan video porno tersebut. Untuk saat ini, mereka masih berstatut terperiksa. “Status keduanya akan ditentukan setelah adanya hasil pemeriksaan. Termasuk siapa yang pertama kali menyebarkan video tersebut, sehingga menyebar melalui pesan WhatsApp dan menghebohkan masyarakat Jembrana,” ujarnya, Senin (3/9/2018).

Menurut Yusak, beredarnya video porno yang diduga dilakukan kedua pelajar SMK itu sudah membuat resah warga. Atas dasar itu, kata dia, penyidik Satreskrim Polres Jembrana mencari informasi dan melakukan penyelidikan terkait beredarnya video porno tersebut. “Dari hasil penyelidikan diperoleh fakta bahwa video itu dilakukan di Jembrana. Dua pelaku adalah pelajar SMK yang membuat adegan video itu,” katanya.

BACA JUGA: Video Porno Siswa SMK Hebohkan Warga Jembrana, Polisi Periksa 2 Pelaku

Sejumlah video porno yang diduga diperankan kedua pelajar SMK di Kecamatan Mendoyo, Jembrana itu beredar luas di masyarakat. Video tersebut sengaja diambil pasangan pelajar tersebut dari sebuah kamar yang diduga merupakan salah satu kamar hotel di kawasan Jembrana.

Ada empat video berbeda yang menyebar luas di masyarakat. Tiga video dengan adegan hanya terlihat perempuannya saja dengan durasi sekitar 1 menit. Sedangkan satu video lainnya berdurasi sekitar 11 menit dengan memperlihatkan adegan kedua pelajar sedang berhubungan badan di dalam kamar. Belum jelas kapan dan siapa yang pertama menyebarkan video tersebut, sehingga menyebar luas.


Editor : Kastolani Marzuki