Ini Motif 2 Pelajar SMK di Jembrana Nekat Buat Video Porno

Nyoman Sudika ยท Senin, 03 September 2018 - 18:39 WIB
Ini Motif 2 Pelajar SMK di Jembrana Nekat Buat Video Porno

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai. (Foto: iNews.id/Nyoman Sudika)

JEMBRANA, iNews.id – Aksi dua pelajar SMK negeri dan swasta di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali membuat adegan video porno yang kini tersebar luas sudah membuat resah masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan sementara penyidik Satreskrim Polres Jembarana, motif kedua pelajar terduga pemeran video porno itu karena sakit hati setelah diputus pacarnya.

Namun, belum jelas siapa yang pertama berinisiatif membuat aksi tidak senonoh itu. Polisi juga masih merahasikan identitas kedua pelajar SMK tersebut. “Hasil keterangan pelaku, motif sementara karena sakit hati diputusin pacarnya,” kata Yusak, Senin (3/9/2018).

Yusak mengaku masih mendalami lagi motif sebenarnya yang dilakukan kedua terduga pelaku pemeran video porno tersebut. “Kita masih dalami itu apakah benar motifnya seperti itu (sakit hati) atau bagaimana,” ucapnya.

BACA JUGA:

Video Porno Siswa SMK Hebohkan Warga Jembrana, Polisi Periksa 2 Pelaku

2 Pelajar SMK Terduga Pemeran Video Porno di Jembrana Masih Terperiksa

Sebelumnya diberitakan, warga Jembrana, Bali dalam tiga hari ini dihebohkan dengan beredarnya video porno yang diduga diperankan oleh oknum pelajar SMK di daerah itu.

Sejumlah video porno yang diduga diperankan kedua pelajar SMK di Kecamatan Mendoyo itu beredar luas di masyarakat. Video tersebut sengaja diambil pasangan pelajar tersebut dari sebuah kamar yang diduga merupakan salah satu kamar hotel di kawasan Jembrana.

Ada empat video berbeda yang menyebar luas di masyarakat. Tiga video dengan adegan hanya terlihat perempuannya saja dengan durasi sekitar 1 menit. Sedangkan satu video lainnya berdurasi sekitar 11 menit dengan memperlihatkan adegan kedua pelajar sedang berhubungan badan di dalam kamar.

Belum jelas kapan dan siapa yang pertama menyebarkan video tersebut, sehingga menyebar luas. Video porno yang beredar melalui pesan WhatsApp itu langsung disikapi serius polisi.


Editor : Kastolani Marzuki