Jadi Dokter Gadungan, Wanita di Bali Dituntut 27 Bulan Penjara

Antara ยท Selasa, 04 September 2018 - 17:48 WIB
Jadi Dokter Gadungan, Wanita di Bali Dituntut 27 Bulan Penjara

Ilustrasi. (Foto: dok.okezone).

DENPASAR, iNews.id – Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut seorang dokter gadungan yang mengaku sebagai ahli bedah dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Bali, Ni Made Kunti (30) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (4/9/2018). Terdakwa dituntut hukuman 27 bulan kurungan penjara.
 
JPU Kadek Wahyudi Ardika dalam sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai I Wayan Kawisada itu menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 378 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Terdakwa bersalah melakukan rangkaian kebohongan dengan mengaku sebagai dokter ahli bedah dengan nama Made Della Sanjaya atau dr Della SPDB, menggerakan orang lain, yakni saksi Made Rudah dan Ni Wayan Lasmi, untuk menyerahkan barang kepadanya berupa uang sebesar Rp30 juta," kata JPU.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain dan meresahkan masyarakat sehingga sudah sepantasnya dituntut sesuai dengan dakwaan primer dalam sidang itu.

Setelah mendengar tuntutan jaksa, terdakwa lantas mengajukan pembelaan atau pledoi secara lisan di hadapan majelis hakim yang meminta keringanan hukuman. "Mohon majelis hakim menjatuhkan hukuman yang ringan," ujar terdakwa.

Sebelum melakukan aksi malapraktik, terdakwa Kunti berkenalan dengan saksi Made I Made Rundah dalam acara pernikahan di Jalan Iman Bonjol Gang Rejeki, Monang Maning, pada pertengahan Desember 2017.

Saat itu, saksi Rundah menceritakan keadaan istrinya, Ni Wayan Lasmi, yang menderita kanker payudara. Mendegar itu, terdakwa langsung memanfatkan situasi dengan mengaku sebagai Made Della Sanjaya yang berprofesi sebagai dokter ahli bedah.

Terdakwa mengaku bisa mengobati penyakit kanker payudara yang dialami saksi Ni Wayan Lasmi tanpa operasi. Hingga saksi Rundah pun tertarik meminta bantuan terdakwa untuk mengobati istrinya.

Saat itu, untuk menyakinkan korbannya, terdakwa mengenakan jas warna putih dengan name tag dr Della SPDB datang ke rumah korban.

Selanjutnya, terhitung sejak Desember 2017, terdakwa sudah 30 kali mendatangi rumah korban. Setiap kali datang terdakwa selalu meminta uang biaya pengobatan yang totalnya sudah mencapai Rp30 juta.

Karena tidak kunjung sembuh, korban pun mulai curiga dengan profesi yang diakui terdakwa hingga akhirnya pada bulan Mei 2018 terdakwa mengakui perbuatannya di hadapan saksi Rundah dan Lasmi, kemudian melaporkan kasus itu ke polisi.


Editor : Muhammad Saiful Hadi