Tak Ada Program 100 Hari bagi Gubernur Bali

Antara · Sabtu, 08 September 2018 - 15:07 WIB
Tak Ada Program 100 Hari bagi Gubernur Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster (ketiga kanan) berjalan bersama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (kedua kiri) dan mantan Pj Gubernur Bali, Hamdani (kiri) saat serah terima jabatan di Kantor DPRD Provinsi Bali, Sabtu (8/9/2018). (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id – Kepala daerah baru biasanya memiliki agenda 100 hari kerja untuk merealisasikan visi dan misi serta janjinya saat kampanye pemilihan kepala daerah. Namun hal itu tidak berlaku bagi Gubernur Bali, Wayan Koster. Dia mengaku tidak mengagendakan program kerja 100 hari di masa-masa awal kepemimpinannya.

"Tidak perlu 100 hari, saya tidak ada agenda 100 hari. Yang ada itu ada agenda yang harus dilaksanakan dalam waktu lima tahun, ada yang bisa selesai satu bulan, dua bulan, enam bulan, setahun, dua tahun dan seterusnya," kata Koster disela-sela acara Serah Terima Jabatan (Setrtijab) Gubernur Bali di Gedung DPRD Provinsi Bali, di Denpasar, Sabtu (8/9/2018).

Dia menyontohkan, yang tercepat akan direalisasikan seperti Peraturan Gubernur tentang "Rahina Mebasa Bali" atau hari berbahasa Bali dan penggunaan huruf Bali untuk berbagai fasilitas publik.

Untuk program yang akan dituntaskan dalam beberapa tahun ke depan yakni pembangunan "shortcut" yang menghubungkan Denpasar-Singaraja. "Kami targetkan 'shortcut' selesai 2021. Tahun ini mulai titik 5 dan 6, tahun depan 3 dan 4, dan berlanjut terus," ujar gubernur yang dilantik 5 September lalu oleh Presiden Joko Widodo itu.

Pihaknya dalam kesempatan itu mengharapkan dukungan segenap rakyat Bali untuk dapat melaksanakan visi misinya "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang dituangkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), program tahunan, pendapatan dan belanja daerah.

"Mohon dukungannya agar kami kompak, solid, untuk membangun Bali secara bersama-sama, bergotong royong menuju era baru," ucapnya didampingi Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati.

Koster berjanji tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepadanya. "Saya akan penuh amanah dan bertanggung jawab secara politik untuk memenuhi harapan masyarakat seperti yang saya janjikan saat kampanye," ujarnya.

Acara Sidang Paripurna Istimewa tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama dengan dihadiri dengan segenap anggota DPRD Bali, mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bali, Bupati/Wali Kota se-Bali, tokoh-tokoh masyarakat, para camat, kepala desa, dan bendesa adat se-Bali.


Editor : Himas Puspito Putra