Tanpa Pengawalan, Sandi Hanya 1 Jam Lahap 10 Km di Bali Marathon 2018

Nyoman Astana ยท Minggu, 09 September 2018 - 11:15 WIB
Tanpa Pengawalan, Sandi Hanya 1 Jam Lahap 10 Km di Bali Marathon 2018

Bakal cawapres Sandiaga Uno saat mengikuti lari Bali Marathon 2018 di Gianyar. (Foto-foto: iNews.id/Nyoman Astana)

DENPASAR, iNews.id – Bakal cawapres Sandiaga Uno (Sandi) mengikuti lomba lari Bali Marathon 2018 di Gianyar, Bali, Minggu (9/9/2018). Pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu ambil bagian di nomor 10 kilometer.

Tanpa pengawalan khusus, Sandi berlari tanpa henti dan berbaur dengan 11.000 peserta lari dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Sambil berlari, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga menikmati suasana lintasan yang sangat memanjakan mata.

Sandi dibuat takjub dengan pemandangan alam perdesaaan dan sambutan hangat masyarakat dengan tarian. Hal ini membuktikan jika keberhasilan industri sport tourism tergantung dari sinergi seluruh stakeholder. “Pengalaman saya selama mengikuti sejumlah kegiatan olahraga, baru kali ini saya menikmati suasana yang sangat asyik,” kata Sandi.

BACA JUGA: Erick Thohir Jadi Ketua Kampanye Jokowi-Maruf, Begini Respons Sandiaga




Sandi menilai masih banyak potensi pariwisata yang harus digarap untuk perkembanga pariwisata secara kreatif, seperti Bali yang dikenal dengan pariwista budayanya. Pemerintah daerah di Bali, kata dia, juga tidak pernah terlena dan terus berinovasi menggali potensi wisatanya. “Salah satunya kegiatan olahraga berskala internasional ini yang efektif meningkatkan volume wisatawan ke Bali,” katanya.



Melengkapi potensi wisata di masing-masing daerah, menurut Sandi, pariwisata olahraga dengan berbagai kemasan pendukungnya akan menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif untuk meningkatkan industri pariwisata Indonesia.

“Apalagi sport tourism sudah menjadi lifestyle, karena itu harus peka dengan perubahan tren tersebut dan wajib digarap secara profesional agar terarah strategis dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sandi pun yakin Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan sport tourism terlebih jika dikemas dengan memadukan suasana alam, kesenian dan tradisi daerah.


Editor : Kastolani Marzuki