5 Tahun Buron, Terpidana Korupsi APBD Rp108 Miliar Ditangkap di Bali

Muhammad Muhyiddin ยท Rabu, 06 Februari 2019 - 21:45 WIB
5 Tahun Buron, Terpidana Korupsi APBD Rp108 Miliar Ditangkap di Bali

Terpidana korupsi Sugiarto Wiharjo alias Alay digelandang petugas Kajati Bali dari mobil menuju ruangan pemeriksaan di Kejati Bali, Denpasar, Bali, Rabu (6/2/2019). (Foto: iNews/Muhammad Muhyiddin)

BADUNG, iNews.id – Buronan terpidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Timur dan Lampung Tengah, Sugiarto Wiharjo alias Alay, ditangkap Tim Intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali di kawasan wisata Tanjung Benoa Nusa Dua Badung Bali, Rabu (6/2/2019). Kerugian negara akibat ulah bos BPR Tripanca Group ini mencapai Rp108 miliar.

Humas Kajati Provinsi Bali Edwin Beslar memaparkan, Sugiarto menjadi salah satu dari dua buron paling diburu Kejati Lampung. Dia kabur bersama mantan Bupati Lampung Timur Satono sejak tahun 2014 lalu. Namun, Satono berhasil ditangkap 2016 lalu.

“Dia kabur sejak 2014, sejak Kajati Lampung menerima putusan Mahkamah Agung (MA). Dalam putusan MA, Sugiarto divonis 18 tahun penjara,” kata Edwin Beslar.

BACA JUGA:

Istri Antar Buronan Suap DPRD Sumut Ferry Suando Serahkan Diri

Buronan Kasus Korupsi Padangpariaman Rp4 Miliar Ditangkap di Jakarta

Penangkapan buronan kelas kakap tersebut berawal dari hasil pelacakan tim Kajati Bali melalui telepon seluler (ponsel) salah satu keluarganya. Sugiarto datang ke Bali ditemani anaknya melalui jalan darat dari Jawa Timur dengan tujuan Lombok. Namun sesampainnya di Bali, terpidana diamankan oleh Tim Intel Kejati Bali.

“Informasi terpidana ini baru tiba hari ini, siang. Dia melakukan perjalanan darat dari Jember. Dia cuma transit karena tujuan selanjutnya ke Lombok. Tadi dia bersama anak dan menantunya,” kata Edwin Beslar.

Untuk diketahui, Alay dikenal sebagai tokoh besar di Lampung pada masa kejayaannya karena berpengaruh dan memiliki kekayaan. Dia sering dianggap bukan orang sembarangan karena memiliki kedekatan dengan banyak pejabat tinggi.


Editor : Maria Christina