7 Gubernur di Jawa-Bali Tanda Tangani Komitmen untuk Eliminasi Malaria

Antara ยท Senin, 13 Mei 2019 - 14:45 WIB
7 Gubernur di Jawa-Bali Tanda Tangani Komitmen untuk Eliminasi Malaria

Menteri Kesehatan Nila Moeloek. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id – Tujuh gubernur dan wakil gubernur dari Pulau Jawa dan Bali menandatangani komitmen untuk mencapai eliminasi malaria paling lambat pada 2022. Penandatanganan itu dilakukan dalam peringatan Hari Malaria Sedunia ke-12 di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Senin (13/5/2019).

Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam sambutannya mengatakan, Indonesia sudah mendapat teguran bahwa pada 2030 mendatang, seluruh daerah sudah mencapai eliminasi malaria. “Kalau tidak ada komitmen, tidak akan mungkin," kata Nila Moeloek.

Adapun tujuh pemerintah provinsi yang menandatangani komitmen eliminasi malaria yakni, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X dan perwakilan Pemerintah Provinsi Banten.

BACA JUGA:

Penderita Penyakit Menular di Indonesia Turun, Termasuk Malaria-Rabies

Cegah Malaria, Yonif PR 328/DGH Fogging Kampung Kibay Keerom Papua

Sebelum komitmen eliminasi malaria ditandatangani, komitmen tersebut dibacakan oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang berisi empat poin. Pertama, mencapai eliminasi malaria tingkat provinsi paling lambat pada tahun 2022. Kedua, berkomitmen membuat regulasi daerah untuk pencapaian eliminasi dan pemeliharaan daerah bebas malaria.

Poin ketiga, mengalokasikan anggaran untuk kegiatan mempertahankan daerah bebas malaria dalam mencegah penularan kembali malaria dan kesiapsiagaan KLB, baik APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, dan sumber lain.

Keempat, penguatan komitmen pemangku kepentingan untuk mendukung upaya pemeliharaan bebas malaria. Hal ini meliputi penguatan surveilans malaria, penguatan diagnosa dini malaria, dan mengobati dengan tepat. Kemudian, penguatan kemandirian masyarakat dalam mencegah munculnya kasus baru malaria serta penguatan jejaring kemitraan dalam pencegahan malaria.

Menkes juga mengatakan, bukan perkara mudah untuk memberantas malaria 100 persen di Tanah Air. Apalagi, di tengah kondisi jumlah penduduk yang sangat besar dan kondisi geografis juga tidak begitu mudah dijangkau.

Nila Moeloek menambahkan, dari 34 provinsi di Indonesia, ada lima provinsi yang belum satupun kabupaten/kotanya mencapai status eliminasi malaria, yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT.

“Malaria akan sangat mengganggu kesehatan, bisa berakibat kematian, menghambat tumbuh kembang anak serta mengganggu aktivitas anak, menyebabkan anemia kronis, sehingga menjadi SDM yang tidak berdaya saing,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menkes juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah mendorong kebijakan pengurangan sampah plastik, sebagai salah satu upaya untuk mencegah malaria.

Dalam acara itu juga diserahkan sertifikat eliminasi malaria kepada 11 bupati yakni Aceh Barat, Bungo, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Lampung Barat, Cilacap, Kebumen, Hulu Sungai Tengah, Luwu Timur dan Toli-Toli.

Di sisi lain, untuk mencapai eliminasi malaria di Indonesia tahun 2030, Indonesia dibagi menjadi lima regional. Jawa dan Bali merupakan regional pertama yang ditargetkan untuk diverifikasi mencapai eliminasi malaria oleh WHO pada 2023.


Editor : Maria Christina