Akrab dengan Pria Lain, Mertua di Bali Naik Pitam dan Aniaya Selingkuhan Menantu

Pande Wismaya ยท Jumat, 31 Mei 2019 - 16:03 WIB
Akrab dengan Pria Lain, Mertua di Bali Naik Pitam dan Aniaya Selingkuhan Menantu

Ketiga pelaku penganiayaan yang diamankan Polres Buleleng, Bali. (Foto: iNews/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id – Made Arca (56) tak mampu menahan amarah dan menganiaya seorang pria bernama Kadek Ardana alias Kadek Kolok di Buleleng, Bali. Dia dibantu dua anak lelakinya Gede Dharmayasa alias De Ama (32) dan Komang Budiasa Alias Pederal (26), mengeroyok korban yang dituding berselingkuh dengan menantu sekaligus kakak ipar kedua pelaku.

Informasi yang diperoleh iNews, peristiwa pengeroyokan ini berawal saat ketiga warga Desa Kubutambahan, Buleleng, Bali, mendatangi rumah korban Kadek Kolong. Kedatangan mereka bermaksud menanyakan kedekatan korban dengan sang menantu, yang merupakan istri dari anak pertama pelaku.

BACA JUGA: 2 Kelompok Remaja di Medan Tawuran saat Sahur

Perbincangan belum dimulai, Made Arca sudah naik pitam dan tak mampu mengendalikan amarahnya. Dia langsung menganiaya korban dibantu kedua anaknya. Selain dengan tangan kosong, mereka juga menggunakan sebilah kayu untuk menganiaya korban. Akibatnya, korban babak belur dan harus mendapat perawatan intensif di RSUD Buleleng.

"Motif ketiga pelaku menganiaya korban karena diduga telah berselingkuh dengan menantu, yang juga kakak ipar dari dua pelaku. Namun dugaan perselingkuhan ini masih kami dalami,” ujar Kabag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat ekspose Jumat (31/5/2019).

Pengakuan pelaku Made Arca, korban Kadek Kolok ditengarai kerap terlihat akrab dan bercanda dengan istri dari anak pertamanya. Mereka sering terlihat berkomunikasi melalui ponsel dan diketahui pernah jalan bersama sambil berboncengan.

“Mereka menganiaya menggunakan balok kayu hingga patah menjadi dua,” katanya.

Kasus pengeroyokan ini masih terus didalami Polres Buleleng. Ketiga pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw