Aksi Nekat Pendaki Gunung Agung, Selfie Ekstrem dan Abadikan Kawah Pasca-Erupsi

Yunda Ariesta ยท Kamis, 23 Mei 2019 - 11:36 WIB
Aksi Nekat Pendaki Gunung Agung, Selfie Ekstrem dan Abadikan Kawah Pasca-Erupsi

Rekaman gambar pria yang nekat mendaki Gunung Agung pasca-erupsi belum lama ini. (Foto: dok iNews)

KARANGASEM, iNews.id – Seorang pria yang belum diketahui identitasnya nekat mendaki Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Dia mengambil risiko untuk selfie ekstrem dan mengabadikan kondisi kawah gunung pasca-erupsi pada Sabtu (19/5/2019).

Dalam video yang diterima iNews, pria itu membuat rekaman gambar kondisi lereng Gunung Agung. Dia juga menyampaikan jika kondisi medan pendakian licin dan tertutup abu vulkanis.

Tak hanya itu, pria tersebut bahkan menunjukkan bekas luka di tangan akibat terjatuh. Kendati demikan, dalam video pendek itu dia tampak menikmati keindahan dan kemegahan puncak Gunung Agung.

Selain itu, pria itu menjelaskan, kenekatannya mendaki untuk mengetahui secara langsung kondisi Gunung Agung, sehingga dapat menginformasikan pada warga agar tetap tenang.

BACA JUGA: Gunung Agung Kembali Meletus, Semburkan Kolom Abu Setinggi 2.000 Meter

Bahkan dalam videonya, dia mengaku aksi ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, dia pernah mendaki dan membandingkan kondisi asap kawah yang terlihat saat ini lebih sedikit dan nyaris tak tampak.

PVMBG yang dikonfirmasi terkait adanya pendaki di Gunung Agung mengimbau agar aksi itu tak ditiru siapapun. Pendakian saat ini sangat berbahaya mengingat kondisi Gunung Agung yang masih rentan mengalami erupsi dan melontarankan lava pijar.

“Yang jelas saat ini Gunung Agung masih mengeluarkan material vulkanik seperti abu, pasir batu. Lava pijar bercampur gas ini juga keluar semua hingga ketinggian 2.000 sampai 2.500 meter,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Agung, Dewa Made Merthe Yasa, Kamis (23/5/2019).

Diketahui, hingga saat ini aktivitas kegempaan masih terekam di kawah Gunung Agung. Warga maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan pendakian dan memasuki zona bahaya 4 kilometer (Km) dari puncak kawah.


Editor : Donald Karouw